Edy-Hasan Lempar Bukti Cawe Cawe Perusak Pilkada Sumut
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
- visibility 74
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Debat Publik ketiga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut telah usai, hasilnya Edy-Hasan dinilai lebih menguasai tema debat khususnya berkaitan dengan demokrasi dan pemerintahan bersih. Usai debat, calon Gubernur Sumut nomor urut 2, Edy Rahmayadi Kembali menyinggung soal cawe-cawe politik yang diduga terjadi pada Pilkada Sumut 2024. Soal isu cawe-cawe jadi sorotan karena berhubungan dengan netralitas Aparatur Sipil Negara di dalam tema penguatan Iklim Demokrasi,
“Cawe-cawe itu adalah perusak demokrasi, tidak ada referensi demokrasi cawe-cawe. Sulit diartikan, karena itu bahasa Jawa, artinya dikonotasikan negatif dalam demokrasi,” ucap Edy Rahmayadi saat diwawancarai wartawan usai debat publik ketiga Pilgub Sumut 2024 di Tiara Convention Hall, pada Rabu (13/11/2024).
Edy Rahmayadi mengaku tidak memiliki persiapan apapun menjelang debat ketiga ini. Mantan Pangkostrad ini mengungkapkan bahwa dirinya hanya menyampaikan apa yang selama ini dilakukannya sepanjang menjadi Gubernur Sumut 2018-2023.
“Saya tidak pernah berlatih, apa yang saya ucapkan itu yang saya lakukan,” katanya.
Selama debat ketiga, isu yang dibahas dengan mudah dijawab Tim Paslon 02. Tim 01 lebih banyak diserang terkait isu cawe-cawe, perencana proyek Lampu Pocong yang gagal dan dugaan gratifikasi Jet Pribadi yang menyeret nama Bobby Nasution cagub nomor 01.
Dalam debat, Cawagub 02, Hasan sempat menyerang dengan bukti video viral ASN perangkat desa yang berikrar mendukung Bobby-Surya. Hal itu jelas melanggar peraturan KPU, dan sedang diproses oleh Bawaslu Sumut.
Debat Publik Ketiga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2024 mengusung tema Sinergitas Kebijakan Pembangunan Daerah dalam Rangka Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Subtema debat publik ketiga adalah penyerasian pembangunan daerah, isu optimalisasi sumber pendanaan pusat dan daerah yaitu APBN, APBD, ADDes dan CSR. Kemudian, pemerataan pembangunan yang berkeadilan dengan prioritas pembangunan sesuai dengan potensi daerah, penguatan potensi lokal. Penyediaan tenaga skill, profesional/ahli, sesuai kebutuhan daerah, literasi digital,” katanya.
Selanjutnya, subtema NKRI dan kebangsaan, isu seputar ancaman disintegrasi bangsa, konflik SARA, KKN, primodialisme, radikalisme, Ideologi, politik, sosial, budaya, hukum dan pertahanan keamanan. Lalu penguatan iklim demokrasi, pendidikan, partisipasi politik, dan demokrasi, serat wacana pemekaran daerah dan perluasan daerah.
Selain menetapkan tema, Komisioner KPU Sumut, Robby Effendi Hutagalung mengungkapkan, ada 9 panelis debat publik ketiga ini. Meraka yakni yaitu Dr. Sarintan E. Damanik, M.Si, Dr. Walid Mustafa Sembing, M.Si, Dr. Faisal Marawa, Dr. Affila, S.H. Kemudian, M.Hum, Dr. Halomoan Lubis, M.Pd, Dr. Aminudin Marpaung, Frien Jones Tambun, S.H., M.H, Muhammad Yusuf dan Dr. Zulkarnain Nasution, M.A.
- Penulis: mediagramindo


