Aksi Global Sumud Flotila di Kawal Kapal Perang
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 29 Sep 2025
- visibility 89
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palestine – Dua anggota parlemen Italia yang berada di atas kapal Armada Global Sumud, yang menuju Gaza, mengatakan kepada harian Fanpage pada Senin bahwa mereka akan menembus blokade Israel dengan kelembutan dan tidak membahayakan nyawa siapa pun.
Pernyataan itu disampaikan dalam konteks upaya kemanusiaan yang mereka sebut sebagai misi damai dan tanpa kekerasan.
Arturo Scotto, anggota parlemen dari Partai Demokrat, oposisi utama Italia, menegaskan bahwa misi yang mereka ikuti adalah “damai dan tanpa kekerasan,” Senin (29/09) dikutip dari aa com tr.
Annalisa Corrado, anggota Parlemen Eropa, menekankan pentingnya membedakan antara dua frasa: “mematahkan pengepungan” dan “memaksa blokade.” Ia menjelaskan bahwa mematahkan pengepungan berarti memperjuangkan jalur bantuan kemanusiaan yang hakiki di Jalur Gaza.
Corrado menegaskan bahwa tindakan yang dimaksud adalah upaya memulihkan akses kemanusiaan sesuai hukum internasional.
Ia mengkritik langkah yang menurutnya dilakukan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan mengecualikan PBB dari Gaza dan mengatur distribusi bantuan.

Menurutnya, tindakan tersebut telah melanggar norma-norma hukum internasional dan menimbulkan kelaparan yang terus berlanjut di kawasan itu.
Sejak saat itu, hukum internasional sepenuhnya diinjak-injak,” kata Corrado. Ia menekankan bahwa mematahkan pengepungan berarti memerangi kelaparan yang terjadi di Jalur Gaza.
“Memaksakan blokade dan membahayakan nyawa bukanlah prinsip Flotilla. Jika ada yang mencoba mengubah misi menjadi seperti itu, mereka akan bertanggung jawab,” tambah Corrado.
“Kami di sini untuk mendukung Flotilla dengan memberikan visibilitas media dan politik, untuk melaksanakan apa yang kami sebut ‘pengawalan demokratis’ melalui peran kelembagaan kami, mengingat pemerintah Italia menolak untuk meningkatkan perlindungan bagi warga Italia di atas kapal di tingkat diplomatik, seperti yang telah dilakukan Spanyol,” tambah Corrado.
Armada Global Sumud, yang terdiri dari sekitar 50 kapal, berlayar awal bulan ini untuk menerobos blokade Israel dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, khususnya pasokan medis, ke Jalur Gaza.
Penyelidik PBB baru-baru ini menyimpulkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza, tempat lebih dari 66.000 orang telah terbunuh sejak Oktober 2023.
Sementara itu Italia dan Spanyol mengirimkan kapal perang untuk mengawal armada Global Sumud Flotila.

Ada warga Indonesia di antara penumpang kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan ke Gaza itu. Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto, Kamis (25/9/2025), mengumumkan pengiriman kapal perang kedua.
“Kami telah mengirim satu kapal dan satu lagi sedang dalam perjalanan, siap menghadapi segala kemungkinan,” kata Crosetto kepada parlemen Italia.
Berbeda dengan Perdana Menteri Giorgia Meloni akhirnya menyatakan kesiapan untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara dengan dua syarat.
Meloni menegaskan, pengakuan baru bisa dilakukan apabila seluruh sandera Israel yang ditahan Hamas dibebaskan serta Hamas tidak lagi terlibat dalam pemerintahan Palestina di masa depan.
“Saya tidak menolak pengakuan Palestina, tetapi kita harus memprioritaskan hal yang benar,” ujar Meloni, dikutip dari Euronews
- Penulis: mediagramindo


