Gempa 5,7 SR Guncang Poso; 12 Jemaat GKST Elim Masani Tertimbun Runtuhan Gereja
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
- visibility 85
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
POSO – Minggu pagi (17 Agustus 2025), gempa bumi berkekuatan 5,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Poso. Dalam kejadian tersebut, 12 orang jemaat GKST Elim Masani dilaporkan tertimbun reruntuhan bangunan gereja yang masih dalam tahap konstruksi saat mereka tengah mengikuti ibadah.
Keterangan awal menyebutkan sebagian jemaat berhasil keluar menyelamatkan diri saat gempa terasa, namun 12 orang lainnya tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material bangunan.
Warga kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Gereja GKST Elim Masani dilaporkan masih dalam tahap konstruksi pada saat gempa terjadi. Struktur bangunan didominasi material kayu dan batako, dengan dinding luar yang masih ditopang bambu, sehingga kerusakan dan beratnya reruntuhan berpotensi tinggi.

BMKG mencatat pusat gempa berada 18 kilometer barat laut Poso dengan kedalaman 10 kilometer. Jika dihitung dari jarak, episenter gempa tercatat berada di 18 km barat laut Poso, 82 km timur laut Sigi, 89 km barat laut Morowali Utara, 93 km tenggara Kota Palu, dan 1.625 km timur laut Jakarta.
Dampak gempa dirasakan warga Kecamatan Poso Pesisir, termasuk Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, dan Lape. Di Kabupaten Poso, getaran terasa cukup kuat selama sekitar 15 detik.
Tim SAR gabungan dan petugas penanggulangan bencana setempat sedang melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi lebih lanjut. Raibnya angka korban luka akibat kerusakan konstruksi gereja yang belum rampung menjadi fokus penanganan saat ini.
Korban yang berhasil dievakuasi telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
BMKG mengimbau warga agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan. Pihak berwenang terus memantau situasi dan akan memberikan pembaruan seiring dengan perkembangan penanganan darurat.
Keterangan tambahan akan disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan instansi terkait setelah data diverifikasi.
- Penulis: mediagramindo


