Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Eksekusi Lahan di Dusun Palludai, Kepala Puskesmas Belum Sadarkan Diri.

Eksekusi Lahan di Dusun Palludai, Kepala Puskesmas Belum Sadarkan Diri.

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 89
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

POLMAN – Jamaluddin, S.Kep, Kepala Puskesmas Kecamatan Alu sekaligus Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Polman Sulawesi Barat, hingga saat ini belum sadarkan diri setelah menjalani operasi pengangkatan gumpalan darah di kepala. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan dari keluarga dan masyarakat setempat.

Menurut keterangan keluarga korban, Awaludin, kondisi Jamaluddin masih dirawat di ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Depu. Ia mengalami luka serius di kepala dan wajah yang memicu kekhawatiran dan pertanyaan besar dari keluarga serta organisasi profesi perawat tempat korban bernaung.

“Kami menduga ada kesalahan dalam pengamanan saat proses eksekusi lahan di Pallu’dai kemarin. Sampai saat ini, kondisi suami kami belum membaik,” ujar Awaludin Sabtu (05/07).

Keluarga menyampaikan bahwa Jamaluddin, yang juga berstatus sebagai ASN, berada di lokasi untuk mengamankan rumah mertuanya dari kobaran api. Menurut keterangan istri korban, atas perintah petugas polisi, Jamaluddin masuk dan mengunci rumah.

Namun, polisi lain kemudian melakukan pendobrakan paksa dan menyeret semua penghuni, termasuk Jamaluddin, meski ia berulang kali menjelaskan bahwa itu adalah rumah mertuanya.

“Suami saya tidak melakukan tindakan apa pun yang membenarkan kekerasan. Luka yang dialami sangat serius, menyerupai penyiksaan,” ungkap istri korban.

Keluarga pun mempertanyakan luka serius yang dialami Jamaluddin. Mereka juga menegaskan bahwa saat hendak mengantar makanan ke Polres Polman, mereka dilarang masuk dan baru mengetahui kondisi suami mereka di UGD RSUD dalam keadaan mengenaskan.

Peristiwa ini bermula dari ricuhnya proses eksekusi lahan di Dusun Palludai, Desa Katumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang berlangsung pada Rabu (3/7/2025).

Eksekusi yang dilakukan oleh juru sita pengadilan dengan pengamanan aparat kepolisian tersebut diwarnai aksi perlawanan dari warga setempat, berupa lemparan batu dan bom molotov rakitan dari pihak tergugat.

Pihak keluarga dan sejumlah organisasi profesi menuntut agar pihak Kepolisian Resor (Polres) Polman bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Jamaluddin. Mereka mendesak agar ada transparansi dan keadilan terkait luka serius yang dialami korban.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Medan Raya Fashion Week Dibuka Rico Waas di Gedung Bersejarah

    Medan Raya Fashion Week Dibuka Rico Waas di Gedung Bersejarah

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 121
    • 0Komentar

    MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong para fashion designer (perancang busana) tidak melupakan akar budaya dalam berkarya. Hal itu ditegaskan oleh Rico Waas saat membuka Medan Raya Fashion Week (MRFW) 2025 di Gedung Warenhuis, Rabu (19/3/2025). “Apapun yang diangkat dalam dunia fashion, jangan lupa akar budaya kita miliki,” ujar Rico […]

  • Tidak Dipotong Pajak Bagi Pekerja Dengan Penghasilan di Bawah Rp 10 Juta

    Tidak Dipotong Pajak Bagi Pekerja Dengan Penghasilan di Bawah Rp 10 Juta

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Indonesia kembali memberikan angin segar bagi para pekerja di seluruh tanah air, termasuk di Kabupaten Tulungagung, melalui kebijakan stimulus terbaru yang ditujukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Kebijakan ini, yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 10 Tahun 2025, memperluas cakupan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang ditanggung pemerintah (DTP), […]

  • Wartawan Tewas Diduga Terkait Berita Judi dan Narkoba

    Wartawan Tewas Diduga Terkait Berita Judi dan Narkoba

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Karo – Rico Sempurna Pasaribu wartawan Tribrata TV dan keluarganya tewas saat rumahnya ludes terbakar hebat sekitar pukul 03.00 wib di Jl Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (27/06). Empat korban jiwa diantaranya Rico, Istri, anak dan cucu akibat kebakaran mereka tewas di dalam rumah yang terbakar itu. Duka yang mendalam dialami […]

  • Bulan Ramadhan Penuh Berkah, TP PKK dan DWP Kabupaten Simalungun Berbagi Sembako

    Bulan Ramadhan Penuh Berkah, TP PKK dan DWP Kabupaten Simalungun Berbagi Sembako

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Simalungun – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Simalungun berbagi sembako kepada berbagai kelompok penerima manaat, Jum’at (13/3/2026). Kegiatan ini bertajuk “Ramadhan Berkah”, yang merupakan wujud dari keindahan berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Ny. Hj Darmawati Anton Achmad Saragih, yang menjabat sebagai Ketua TP PKK […]

  • Hukuman Perusak Lingkungan dalam Agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha dan Khonghucu

    Hukuman Perusak Lingkungan dalam Agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha dan Khonghucu

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Mediagram – Perusakan lingkungan seperti pembalakan liar dan pembabatan hutan tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga termasuk perbuatan dosa dengan hukum besar di dunia dalam berbagai ajaran agama. Dalam Islam, Kristen, Hindu, Khonghucu, hingga Buddha, tindakan merusak alam dikategorikan sebagai bentuk kerusakan dan akan mendapat konsekuensi berat, baik di dunia maupun di akhirat. Berikut rangkuman […]

  • Bendera Merah Putih Dipaksa Turun di Masjid Baiturrahman, Aksi Damai Tercoreng di Aceh

    Bendera Merah Putih Dipaksa Turun di Masjid Baiturrahman, Aksi Damai Tercoreng di Aceh

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    BANDA ACEH – Perayaan Hari Damai Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu sore (15/8/2026) berubah ricuh. Aksi damai menjelang peringatan HUT RI ke-81 ini tercoreng setelah sejumlah massa menurunkan bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera bulan bintang, hingga terjadi bentrokan dengan aparat gabungan TNI dan Polri. Kerusuhan bermula ketika sejumlah elemen […]

expand_less