Innalilahi, Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Lebih 1000 Orang
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
- visibility 98
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui data terkait dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Hingga awal bulan Desember, jumlah korban jiwa akibat bencana yang terjadi pada akhir November lalu terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan data terbaru BNPB yang dirilis pukul 19.05 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat telah mencapai 1.006 jiwa.
Data tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencananaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers yang digelar Sabtu (13/12).
Abdul Muhari menjelaskan bahwa dari total korban meninggal dunia tersebut, Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yaitu sebanyak 184 orang. Selanjutnya, korban meninggal juga banyak tercatat di Aceh Tamiang sebanyak 159 jiwa dan Tapanuli Tengah sejumlah 116 jiwa.
Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat masih ada 217 jiwa yang dilaporkan hilang hingga saat ini. Sementara itu, jumlah korban luka-luka akibat bencana ini mencapai sekitar 5.400 orang.
Dampak bencana yang melanda 52 kabupaten di sejumlah provinsi, terutama Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sangat luas dan merusak berbagai infrastruktur.
BNPB melaporkan bahwa sebanyak 158 ribu rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan berbeda-beda.
Tak hanya itu, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum. Tercatat sebanyak 1.200 fasilitas umum rusak, termasuk 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, dan 434 rumah ibadah.
Selain itu, ada pula kerusakan pada 290 gedung atau kantor dan 145 jembatan yang menghubungkan wilayah-wilayah di Sumatra.
Pengungsi terbanyak saat ini berada di Aceh Tamiang, dengan jumlah mencapai sekitar 209.500 orang. Disusul oleh Aceh Utara sebanyak 69.600 orang dan Bireuen dengan 54.100 orang.
BNPB menegaskan pentingnya upaya penanganan darurat dan rehabilitasi untuk mengurangi dampak bencana dan membantu warga yang terdampak kembali pulih.
Pemerintah dan seluruh stakeholder terus melakukan koordinasi guna memastikan penanganan yang cepat dan efektif.
- Penulis: mediagramindo


