Inovasi Biochar Solusi Organik Untuk Kesuburan Lahan Sawit
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
- visibility 109
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Riau – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) mengembangkan inovasi biochar, arang aktif berkarbon tinggi yang diproduksi dari tandan kosong sawit, sebagai solusi peningkatan kesuburan tanah dan keberlanjutan pertanian di Kabupaten Kampar, Rabu (14/05).
Ketua Umum Aspekpir, Setiyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di KUD Karya Sembada, Desa Batang Tindih, Kecamatan Rumbio Jaya, melibatkan 100 petani anggota Aspekpir dari wilayah tersebut. Ia berharap, para petani di Kampar dapat mandiri dalam pembuatan biochar mengingat bahan baku tandan kosong sawit sangat melimpah di daerah itu.
“Harapan kami, anggota Aspekpir di Kampar mampu membuat biochar secara mandiri karena bahan bakunya (tandan kosong sawit) sangat melimpah,” ujar Setiyono dalam keterangannya di Jakarta.
Biochar memiliki fungsi penting dalam menjaga kelembaban tanah dan menyerap unsur hara. Dengan kemampuan ini, biochar dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas penyimpanan air, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
“Biochar ini bukan pupuk, tetapi sebagai pembenah tanah. Kalau pupuk berfungsi sebagai sumber nutrisi langsung, maka arang aktif berkarbon tinggi ini lebih berperan sebagai peningkat kualitas tanah,” jelas Setiyono.
Dari sisi teknis, Mirza Arif Zainal dari Yayasan Agathis Dammara Karbon menjelaskan bahwa biochar kaya karbon dihasilkan melalui proses pembakaran tidak sempurna, yakni pembakaran tanpa oksigen atau dengan oksigen terbatas, pada suhu di atas 200-250°C.
Rongga-rongga di dalam biochar berfungsi menyerap dan menyimpan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, sehingga mencegah unsur hara tersebut hilang akibat erosi atau leaching oleh air hujan.
Sementara itu, Anwar Sadat, Senior Analis Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pengembangan biochar oleh petani sawit di Kampar. Ia berharap para petani dapat mengaplikasikan biochar langsung di kebun mereka, karena bahan baku tandan kosong sawit sangat tersedia di wilayah tersebut.
“Biochar memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan dan layak dipasarkan. Kebutuhan terhadap biochar tidak hanya terbatas pada petani, tetapi juga rumah tangga, komunitas, hingga perusahaan perkebunan,” katanya. Ia menambahkan bahwa peluang pasar biochar cukup luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Kegiatan ini dianggap sebagai inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian kelapa sawit di Riau, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha di sekitar kawasan perkebunan.
- Penulis: mediagramindo


