Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ungkap Modus Penipuan Bekerja di Eropa, Ternyata Ilegal

Ungkap Modus Penipuan Bekerja di Eropa, Ternyata Ilegal

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
  • visibility 128
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Semarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan penyaluran pekerja migran ilegal ke luar negeri.

Dua tersangka yang diduga sebagai penyalur pekerja migran ilegal diamankan, setelah menjerat sebanyak 83 korban dan meraup kerugian mencapai lebih dari Rp 5,2 miliar.

Pengungkapan kasus ini disampaikan oleh Kombes Pol Dwi Subagio selaku Dirreskrimum Polda Jateng didampingi Kombes Pol Artanto selaku Kabid Humas saat konferensi pers di lobi Ditreskrimsus Polda Jateng, Kamis siang (19/06).

Kedua tersangka berinisial KU (42) dari Tegal dan NU (41) dari Brebes, diduga merekrut dan memberangkatkan warga Indonesia ke beberapa negara di Eropa, seperti Spanyol, Portugal, Yunani, dan Polandia. Mereka menjanjikan pekerjaan sebagai pelayan restoran dan anak buah kapal dengan iming-iming gaji besar serta pengurusan izin tinggal.

“Modus operandi mereka adalah menjanjikan korban akan dipekerjakan sebagai ABK kapal atau pelayan restoran di Spanyol dengan gaji antara €1.200 hingga €1.500 per bulan serta pengurusan izin tinggal. Namun, kenyataannya para korban justru bekerja dalam kondisi tidak layak dan tanpa legalitas resmi,” jelas Kombes Dwi Subagio.

Korban yang mayoritas berasal dari Jawa Tengah ini mengaku dipaksa bekerja selama 24 jam sehari selama lima hari kerja, dengan waktu istirahat hanya dua jam per hari. Gaji yang diterima pun jauh di bawah janji awal, berkisar antara €750 hingga €800 per bulan. Bahkan, mereka disuruh untuk bersembunyi saat razia polisi agar tidak ditemukan.

Akibat perlakuan tersebut, kedua korban yang melapor, AM dan EKB, memilih pulang ke Indonesia dengan biaya sendiri dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Mereka mengaku merasa ketakutan dan tidak mendapatkan pekerjaan sesuai janji pelaku.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti paspor, visa, bukti transfer, percakapan elektronik, satu unit mobil, dan dokumen perjanjian antara korban dan tersangka.

Penyidik saat ini terus melakukan koordinasi dengan Divhubinter Polri, pihak Imigrasi, dan instansi terkait guna memastikan kondisi dan keberadaan para korban lainnya yang saat ini masih berada di negara tujuan bekerja serabutan demi bertahan hidup dan mengumpulkan uang untuk kembali ke Indonesia.

Dari hasil penyelidikan, diperkirakan masih ada 83 korban lain yang tersebar di berbagai negara dan bekerja tanpa perlindungan hukum yang memadai.

Dalam penanganan kasus ini, kedua tersangka dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 81 jo Pasal 69 dan Pasal 83 jo Pasal 68 UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Pasal 4 UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO. Pelaku dapat dijerat dengan hukuman penjara minimal 3 tahun hingga 15 tahun dan denda maksimum Rp5 miliar.

Menanggapi kasus tersebut, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi. Ia juga menegaskan pentingnya pengecekan legalitas lembaga penyalur tenaga kerja sebelum memutuskan untuk berangkat.

“Jangan tergiur janji gaji besar tanpa memastikan keabsahan lembaga penyalur. Jika menemukan indikasi penipuan atau pelanggaran, segera laporkan ke aparat berwajib. Polda Jateng berkomitmen memberantas praktik eksploitasi manusia dan menindak tegas pelaku kejahatan ini,” ujarnya.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pameran Kerajinan Bimkeragusta Bakal Digelar di Hotel Grand Mercure Medan

    Pameran Kerajinan Bimkeragusta Bakal Digelar di Hotel Grand Mercure Medan

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Medan – General Manager Hotel Grand Mercure Medan, Rachmad Suwardi bersama Tinera Siburian, Marketing Communication mengunjungi Rutan Kelas I Medan, tepatnya di lokasi Bimbingan Kerja Tanjung Gusta (Bimkeragusta) untuk melihat langsung hasil kerajinan Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Kamis, (11/07). Kunjungan itu disambut Kepala Rutan Kelas I Medan Nimrot Sihotang beserta Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Ronny […]

  • Demo Bubarkan DPR RI Lanjut di Kota Medan

    Demo Bubarkan DPR RI Lanjut di Kota Medan

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Medan – Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) berujung kerusuhan pada hari Selasa, pukul 14.00 WIB. Kejadian tersebut menimbulkan kekerasan yang menyebabkan enam anggota polisi terluka saat mengamankan jalannya demonstrasi. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, prihatin adanya insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa dari enam anggota polisi […]

  • Warganet sambut pencopotan Kapolsek Buntut Kericuhan Panipahan

    Warganet sambut pencopotan Kapolsek Buntut Kericuhan Panipahan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Panipahan – Langkah tegas untuk menanggapi aksi demonstrasi warga terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Herry Heryawan, mengambil keputusan untuk mencopot Kapolsek Panipahan, Robiansyah, dari jabatannya dan Kanit Reskrim Polsek Panipahan, Rahmat Ilyas, juga turut dicopot sebagai bagian dari evaluasi internal kepolisian, Minggu (12/04). Aksi […]

  • Dua Ratus Ribu Orang Telah Keluar Dari Belenggu Kemiskinan, Kata Cak Imin

    Dua Ratus Ribu Orang Telah Keluar Dari Belenggu Kemiskinan, Kata Cak Imin

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia mengalami penurunan sebanyak 210.000 orang pada bulan Maret 2025, dibandingkan data bulan September 2024. Penurunan ini menjadi indikator positif dalam upaya pengentasan kemiskinan di tanah air. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menyampaikan bahwa […]

  • AKPS Bantah Lalai, Bagasi Pilot Malaysia Airlines Lolos Saringan KLIA

    AKPS Bantah Lalai, Bagasi Pilot Malaysia Airlines Lolos Saringan KLIA

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 318
    • 0Komentar

    SEPANG – Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan Malaysia (AKPS) membantah tudingan pengawasan longgar di Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Pihaknya menegaskan bagasi milik pilot Malaysia Airlines yang ditangkap di Indonesia telah melewati prosedur saringan keamanan sesuai standar karena tidak terdeteksi citra mencurigakan di mesin pemindai dengan teknologi AI. AKPS saat ini masih menunggu hasil penyelidikan […]

  • Datangi KPU Kota Pangkalpinang, Eka-Ramida Lengkapi Dukungan Perbaikan Jalur Independen

    Datangi KPU Kota Pangkalpinang, Eka-Ramida Lengkapi Dukungan Perbaikan Jalur Independen

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Pangkalpinang – Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang jalur independen, H Eka Mulia Putra dan Ramida Dawam, yang dikenal dengan tagline Paslon Merdeka, kembali menunjukkan keseriusannya mengikuti Pilwako Pangkalpinang 2024. Selasa (08/04). Puluhan relawan Merdeka tampak mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang guna menyerahkan perbaikan dukungan syarat pencalonan. Langkah […]

expand_less