Kekerasan Aparat Saat Mengamankan Demo di DPRD Sumut Dikecam
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
- visibility 120
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto meminta maaf terkait sejumlah pria diduga polisi berpakaian preman menyeret demonstran di gedung DPRD Sumut, viral di media sosial (27/08).
Aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut berlangsung damai awalnya. Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan masyarakat menyampaikan 12 tuntutan pokok, di antaranya penghapusan tunjangan mewah DPR, penyesuaian gaji DPR agar proporsional dengan UMK/UMP, pengesahan RUU Perampasan Aset, dan RUU Anti-Korupsi.
Peserta demo ini mendesak agar pimpinan DPRD Sumut menemui mereka untuk berdialog. Namun, hingga sore hari, tidak ada satupun pimpinan maupun anggota DPRD yang turun, termasuk Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus.
Massa mendesak agar pimpinan DPRD Sumut bersedia menemui mereka untuk berdialog. Namun, hingga sore hari, tidak ada satupun pimpinan maupun anggota DPRD yang turun menemui massa, termasuk Ketua DPRD.
Lebih lanjut Ketua Komnas HAM Anis Hidayah langsung berkunjung ke Polda Sumut dan menemui Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Ricko Taruna Mauruh, Rabu (27/8/2025). Anis memberikan catatan penting kepada Polda Sumut. Anis juga dipertemukan dengan massa yang ditangkap dan diduga menjadi korban kekerasan.
Anis juga menyoroti soal penggunaan kekuatan berlebih dalam penanganan massa di DPRD Sumut. Bahkan, pasukan Brimob bahkan menenteng senapan laras panjang jenis AK.
- Penulis: mediagramindo


