Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kenali Penyakit Cacar Api, Ini Kata Maia Estianty

Kenali Penyakit Cacar Api, Ini Kata Maia Estianty

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
  • visibility 101
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Maia Estianty, musisi dan entrepreneur ternama Indonesia, resmi ditunjuk sebagai Duta Kampanye Kesadaran tentang Penyakit Cacar Api (Herpes Zoster). Pengumuman ini disampaikan Maia melalui unggahan di akun media sosial Instagram pribadinya, di mana ia berbagi pengalaman pribadi dan pentingnya edukasi tentang penyakit yang sering kali diabaikan tersebut.

Maia mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami infeksi cacar api saat masa kecilnya, yang meninggalkan bekas luka mengganggu hingga saat ini. Dalam postingannya, Maia menekankan bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella Zoster, virus yang sama dengan penyebab cacar air. Ia menyampaikan bahwa meskipun pernah terkena, seseorang tetap berisiko mengalami kekambuhan jika daya tahan tubuh menurun.

“Pernah kena dulu pas masih kecil. Begitu dengar soal cacar api, ternyata virusnya sama dengan cacar air. Jadi yang sudah pernah kena, tetap bisa kena lagi,” ungkap Maia.

Ia juga berbagi pengalaman pribadi mengenai luka bekas dari cacar air yang meninggalkan bopeng di bagian kepala, yang menurutnya hingga kini belum hilang. Maia menambahkan bahwa selain luka fisik, gejala cacar api sangat menyiksa, seperti nyeri badan, panas, dan rasa sakit yang tak tertahankan.

“Pengalaman yang paling nyebelin, karena cacar air meninggalkan bopeng di atas kepala saya. Ada satu bolongan yang enggak hilang. Rasanya enggak enak banget, badan rasanya linu, sakit, panas, bahkan kayak ditusuk-tusuk. Makanya jangan sampai berlanjut ke cacar api, harus dicegah dari sekarang,” ujarnya.

Sebagai seorang ibu dan wanita yang memasuki usia 50 tahun, Maia mengaku semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Ia berencana menjalani vaksinasi cacar api segera setelah memenuhi syarat usia minimal, yaitu 50 tahun.

“Vaksin cacar api ini baru bisa diberikan saat usia genap 50 tahun. Aku masih enam bulan lagi dan sudah mau menjadwalkan vaksin supaya terlindungi,” katanya.

Maia menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari dan mendampingi anak-anaknya dalam meraih kesuksesan.

Ia pun mengingatkan bahwa cacar api tidak sekadar penyakit kulit, melainkan bisa menyerang saraf dan memicu penderitaan yang luar biasa, terutama bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun.

“Kelihatannya sepele, tapi bisa ganggu fisik dan mental. Aku enggak mau tunggu sakit baru sadar. Makanya aku pilih lindungi diriku dari sekarang,” tutup Maia di akun Instagramnya, Jumat (25/07).

Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan vaksinasi cacar api, terutama di usia lanjut, agar tidak menimbulkan komplikasi serius.

Dengan peran Maia Estianty sebagai duta, diharapkan masyarakat lebih peduli dan proaktif dalam menjaga kesehatan diri dari ancaman penyakit ini.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggi, Harimau Sumatera di Medan Zoo Berjuang Melawan Usia

    Anggi, Harimau Sumatera di Medan Zoo Berjuang Melawan Usia

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Medan– Perbaikan manajemen di Medan Zoo terus dilakukan setelah Wali Kota Medan Bobby Nasution mengganti Dirut PD Pembangunan yang membawahi Medan Zoo, beberapa bulan lalu. Kini, sejak beberapa bulan lalu pula, seluruh satwa sudah diperhatikan dengan maksimal untuk memperbaiki kesehatan mereka. Tak terkecuali para harimau, hewan yang jadi unggulan di Medan Zoo. Untuk melihat perubahan […]

  • Peserta Public Speaking Sukses Terlaksana di Lapas Pancurbatu

    Peserta Public Speaking Sukses Terlaksana di Lapas Pancurbatu

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Pancur Batu – Gelar Acara Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pengayoman Sumatera Utara, DWP Lapas Kelas IIA Pancur Batu Kanwil Kemenkumham Sumut sambut seluruh peserta dengan Tarian Adat Tradisional Khas Karo, umat (13/09). Bertempat di Kenanga Garden Jl. Letjen Jamin Ginting KM 12.5, pada acara ini Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pengayoman Lapas Kelas IIA […]

  • Terima Rekomendasi DPRD atas LKPJ TA 2024, Rico Waas: Memotivasi Pemko Medan Berikan Pelayanan Terbaik

    Terima Rekomendasi DPRD atas LKPJ TA 2024, Rico Waas: Memotivasi Pemko Medan Berikan Pelayanan Terbaik

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Medan – Hasil rekomendasi dalam bentuk catatan strategis yang berisikan saran, masukan dan koreksi yang disampaikan akan menjadi saran dan masukan bagi Pemko Medan, khususnya dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah di masa yang akan datang. Termasuk, penyelenggaraan urusan desentralisasi, tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan. Demikian disampaikan Wali Kota Medan Rico Waas di […]

  • Iftar Bersama PNE Community, Bangkitkan Ekonomi Anggotanya

    Iftar Bersama PNE Community, Bangkitkan Ekonomi Anggotanya

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Medan – Professional And Entrepreneur Community (PNE) Community gelar iftar bersama para anggotanya jalin silaturahmi dan shareing ide kembangkan Ekonomi menuju Indonesia Emas. Berlokasi di The Proposal Cafe and Coffee Jl Panjaitan no 128 Medan Baru Kota Medan acara berbuka puasa bersama (iftar) dihadiri oleh, Khairu Rizal, SE, MM., Noval Firza, S.IP., Almajidu, Prawoto Santoso, […]

  • Optimalisasi Pembinaan, Rutan Rantau Pindahkan 10 Warga Binaan

    Optimalisasi Pembinaan, Rutan Rantau Pindahkan 10 Warga Binaan

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Rantau – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau melakukan pemindahan terhadap 10 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Jumat, (25/4). Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyesuaian kapasitas hunian serta pemetaan jenis pembinaan yang sesuai bagi masing-masing WBP. Adapun rincian pemindahan tersebut adalah dua orang WBP perempuan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) […]

  • 12 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia Korban Kecelakaan Bus ALS

    12 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia Korban Kecelakaan Bus ALS

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sumbar – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berhasil mengidentifikasi 12 orang korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan maut yang terjadi di Terminal Busur, Kota Padang Panjang. “Total ada 12 orang jenazah di RSUD Kota Padang Panjang dan telah teridentifikasi,” kata Kapolres Kota Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso di Kota Padang Panjang, Selasa, (06/05). […]

expand_less