Kenali Penyakit Cacar Api, Ini Kata Maia Estianty
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
- visibility 72
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Maia Estianty, musisi dan entrepreneur ternama Indonesia, resmi ditunjuk sebagai Duta Kampanye Kesadaran tentang Penyakit Cacar Api (Herpes Zoster). Pengumuman ini disampaikan Maia melalui unggahan di akun media sosial Instagram pribadinya, di mana ia berbagi pengalaman pribadi dan pentingnya edukasi tentang penyakit yang sering kali diabaikan tersebut.
Maia mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami infeksi cacar api saat masa kecilnya, yang meninggalkan bekas luka mengganggu hingga saat ini. Dalam postingannya, Maia menekankan bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella Zoster, virus yang sama dengan penyebab cacar air. Ia menyampaikan bahwa meskipun pernah terkena, seseorang tetap berisiko mengalami kekambuhan jika daya tahan tubuh menurun.
“Pernah kena dulu pas masih kecil. Begitu dengar soal cacar api, ternyata virusnya sama dengan cacar air. Jadi yang sudah pernah kena, tetap bisa kena lagi,” ungkap Maia.
Ia juga berbagi pengalaman pribadi mengenai luka bekas dari cacar air yang meninggalkan bopeng di bagian kepala, yang menurutnya hingga kini belum hilang. Maia menambahkan bahwa selain luka fisik, gejala cacar api sangat menyiksa, seperti nyeri badan, panas, dan rasa sakit yang tak tertahankan.
“Pengalaman yang paling nyebelin, karena cacar air meninggalkan bopeng di atas kepala saya. Ada satu bolongan yang enggak hilang. Rasanya enggak enak banget, badan rasanya linu, sakit, panas, bahkan kayak ditusuk-tusuk. Makanya jangan sampai berlanjut ke cacar api, harus dicegah dari sekarang,” ujarnya.
Sebagai seorang ibu dan wanita yang memasuki usia 50 tahun, Maia mengaku semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Ia berencana menjalani vaksinasi cacar api segera setelah memenuhi syarat usia minimal, yaitu 50 tahun.
“Vaksin cacar api ini baru bisa diberikan saat usia genap 50 tahun. Aku masih enam bulan lagi dan sudah mau menjadwalkan vaksin supaya terlindungi,” katanya.

Maia menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari dan mendampingi anak-anaknya dalam meraih kesuksesan.
Ia pun mengingatkan bahwa cacar api tidak sekadar penyakit kulit, melainkan bisa menyerang saraf dan memicu penderitaan yang luar biasa, terutama bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun.
“Kelihatannya sepele, tapi bisa ganggu fisik dan mental. Aku enggak mau tunggu sakit baru sadar. Makanya aku pilih lindungi diriku dari sekarang,” tutup Maia di akun Instagramnya, Jumat (25/07).
Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan vaksinasi cacar api, terutama di usia lanjut, agar tidak menimbulkan komplikasi serius.
Dengan peran Maia Estianty sebagai duta, diharapkan masyarakat lebih peduli dan proaktif dalam menjaga kesehatan diri dari ancaman penyakit ini.
- Penulis: mediagramindo



