Kericuhan Lapas Muara Beliti Dipicu Razia Rutin Petugas
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
- visibility 114
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Musi – Terkait kerusuhan di Lapas Narkotika Muara Beliti, Agus Andrianto Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyampaikan peristiwa kerusuhan di Lapas itu karena dipicu perlawanan dari oknum narapidana kepada petugas saat mengelar razia barang terlarang.
“Razia terhadap potensi adanya barang terlarang, termasuk gawai dan narkoba, adalah langkah-langkah preventif dan juga progresif yang gencar dilakukan jajaran kami,” kata Agus dalam keterangan di Jakarta, Kamis (08/05).
Sebelumnya kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terjadi sekitar pukul 09.30 wib yang dipicu beberapa warga binaan tidak terima selalu dirazia sehingga mereka memberontak. Hingga saat ini polisi gabungan TNI- Polri masih di sekitar lokasi untuk penjagaan.

Bersama dengan itu, proses penyelidikan penyebab pasti kerusuhan sedang ditangani pihak Kepolisian. Untuk diketahui penghuni Lapas Kelas IIA Narkotika Muara Beliti di Jalinsum KM 19, Kecamatan Muara Beliti, Musi Rawas, Sumatera Selatan sekitar 1.069 orang yang tidak sebanding dengan jumlah petugas saat razia berlangsung.
Lebih lanjut, Menurut Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan kondisi lapas usai kerusuhan yang terjadi pada Kamis pagi tersebut sudah mulai kondusif.
“Pukul 11.45 WIB tadi kondisi di Lapas Narkotika Muara Beliti sudah berangsur kondusif. Pihak lapas telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Polri dan TNI mengatasi kondisi keamanan yang sempat terganggu,” ujar Agus Andrianto mantan Kapolda Sumatera Utara.
Agus menambahkan bahwa razia rutin dan narkoba di dalam lapas merupakan harga mati yang ditegakkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pemberantasan narkoba, kata dia, juga termasuk salah satu prioritas dari 13 program akselerasi Kementerian Imipas.

“Sikap saya tegas, siapa pun yang terbukti terlibat, baik warga binaan maupun petugas, akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku,” ucapnya.
Kementerian Imipas berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di dalam dan luar lapas ataupun rumah tahanan (rutan).

Sementara itu sore harinya, Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan situasi dan kondisi di dalam lapas tetap aman dan kondusif. Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Musi Rawas, khususnya di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Selama kunjungan, rombongan memantau kondisi fisik lapas dan berkoordinasi dengan pihak pengelola terkait situasi terkini. Tidak ditemukan indikasi gangguan keamanan, dan secara umum situasi di dalam lapas dalam keadaan terkendali.
- Penulis: mediagramindo


