Kisruh Guru Terhadap Kadispora, Berawal dari Penggunaan Dana BOS
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
- visibility 85
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Samosir – Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Samosir, Jonson Gultom, diduga bersikap arogan terhadap sejumlah guru. Sikap tersebut nyaris memicu konfrontasi fisik dengan Maret Limbong, anak salah satu guru yang merasa ibunya diperlakukan tidak pantas, Selasa (25/03).
Maret Limbong, putra salah satu guru di sekolah itu, mengungkapkan bahwa ibunya bersama dua guru lainnya mendapatkan bentakan dari Kadis Budpora Jonson Gultom.
“Ibu saya menelepon, mengabari bahwa dia dan dua guru lain dibentak-bentak oleh Kadis,” ujar Maret Limbong.
Kemudian saya datang ke sekolah, bertanya kepada ibu siapa orangnya. Setelah ditunjukkan, saya mendatangi Kadis itu untuk menanyakan alasan membentak ibu saya dan guru lainnya, ujar Maret kepada wartawan.
Namun, menurut Maret, Jonson Gultom justru menghindar dengan masuk ke ruang kepala sekolah.
“Karena dia tidak mau berdialog, saya memutuskan pulang. Seharusnya seorang kepala dinas itu mengedukasi, bukan membentak,” ucapnya dengan nada kesal.
Permasalahan ini memuncak diawali dari laporan ke DPRD terkait dengan dugaan tidak ada keterbukaan penggunaan dana BOS. Usulan pembelian buku bahan ajar ditolak, sementara dana BOS justru dialokasikan untuk membeli 100 pot bunga.
Menanggapi penjelasan tersebut, suara Jonson terdengar meninggi. “Semua anggota DPRD dari Sianjur Mulamula ini adalah lawan saya, silakan mengadu, saya tidak takut ,” demikian terdengar dalam rekaman yang beredar di Sosial Media.
- Penulis: mediagramindo


