Bukan Karena Dihina, Perkara Buang Sampah 3 Bocah Ditikam
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 10 Des 2024
- visibility 113
- print Cetak

Pengakuan Orang Tua Korban Kasus Pembunuhan dari Rudi Sihaloho (41).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Rudi Sihaloho (41) pelaku penikaman tiga bocah di Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Deli Serdang Sumatera Utara terkuak motif pelaku yang menewaskan 2 bocah dari keterangan ayah korban, Selasa (10/12).
Tewasnya dua bocah inisial OS (5), SS (4) dan NS (6) masih dirawat di rumah sakit, disebabkan korban membuang sampah jajanannya sementara pelaku, Rudi Sihaloho (41) tersinggung dan membentak dan memaki bocah tersebut.
“Anak saya membuang sampah jajannya masih dikeramik halaman kami pak, sementara Rudi Sihaloho pelaku membentak dan memaki maki anak saya yang masih dibawah umur, karena pelaku masih jirian didepan rumah, saya datangi dan meminta tolong untuk tidak membentak anak saya, down mentalnya saya bilang ke pelaku,” terang orang tua korban, Rinaldi Simarmata (29).
Merasa tidak senang, Rudi Sihaloho (41) membalas menantang orang tua korban untuk berduel satu lawan satu, “ngak senang kau rupanya mainkan kita,” kata Rudi dari keterangan orang tua korban.
Bermula menurut orang tua korban dendamnya pelaku yang menikam 3 anaknya berawal dari orang tua korban cekcok mulut gara-gara korban buang sampah jajannya di halaman rumah korban, kejadian itu sekitar 6 bulan yang lalu.
Rudi Sihaloho (41) yang sudah merasa dendam dengan keluarga korban diperparah dengan mendengarkan cerita dari anak orang tua korban yang pulang sekolah, bercerita tentang sekolahnya, seakan akan menceritakan pelaku padahal bukan, terang orang tua korban.
“Kau, kau nama namai aku ya ngak sopan kau ya sering sering kau gitu ku kasih kau seribu dua ribu sering sering lah ya nanti kau lihat ya,” kata Rinaldi Simarmata orang tua korban mencontohkan gaya Rudi Sihaloho saat itu.
Berlanjut, saat anak korban dimarahi oleh pelaku, orang tua korban memperhatikan lewat jendela kamar dan memanggil anak-anaknya sambil berpesan agar jangan keluar rumah kuwatir akan diperlakukan tidak baik dengan Rudi.
- Penulis: mediagramindo


