Kasat Reskrim Polres Bogor Bantah Grebek Pesta Gay di Wilayah Hukumnya
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
- visibility 98
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogor – Sebuah video penggerebekan yang diduga terkait dengan kegiatan pesta sesama jenis di sebuah hotel di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, menjadi viral di media sosial. Kejadian ini menarik perhatian publik dan menimbulkan beragam reaksi dari netizen.
Dalam video yang beredar luas, tampak sejumlah aparat kepolisian berpakaian preman melakukan penggerebekan di salah satu kamar hotel. Penggerebekan berlangsung dengan proses yang cukup dramatis, di mana petugas meminta para pria yang berada di dalam kamar untuk duduk jongkok dan mengangkat tangan dalam kondisi bugil.
Video tersebut memperlihatkan puluhan pria yang terjaring dalam penggerebekan, beberapa di antaranya tampak tanpa busana, dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Suasana di kamar hotel pun menjadi tegang saat petugas bersikap tegas dan menginstruksikan agar pria-pria tersebut tetap diam.
Sejumlah anggota polisi terdengar memberi perintah seperti “Jangan bergerak, diam,” dan “Bilang anggota, kartu, kartu, kartu.” Penggerebekan tersebut diduga kuat terkait aktivitas yang tidak sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara membantah bahwa kejadian tersebut berlangsung di wilayah hukum Polres Bogor. Ia menegaskan, “Bukan di Bogor,” saat dikonfirmasi oleh wartawan.
Kejadian ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial, di mana banyak netizen yang memberikan komentar beragam. Beberapa menyoroti tindakan penggerebekan tersebut, sementara lainnya mengkritik cara aparat dalam menangani kasus tersebut secara berlebihan dan menimbulkan kontroversi.
Sampai berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Hingga saat ini, identitas lokasi hotel dan rincian kasus masih dalam proses pendalaman oleh aparat berwenang.
Kejadian ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan diskusi mengenai penegakan hukum serta privasi individu, terutama terkait dengan kegiatan di luar norma sosial yang berkembang di masyarakat.
- Penulis: mediagramindo


