LPS meminta generasi muda hindari paylater jika tidak mendesak
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
- visibility 89
- print Cetak

Foto ilustrasi Meta AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, mengingatkan generasi muda untuk menghindari paylater dimana pembelian online tanpa membayar secara langsung pada saat transaksi dilakukan apabila tidak mendesak.
Menurutnya, prinsip utama dalam mengatur keuangan ialah menghindari utang yang tidak perlu.
Dia menyampaikan hal itu dalam acara LIKE IT! yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, pada Kamis (14/08).
“Prinsipnya adalah kalau saya sih mencegah pinjaman online dan pemborosan kalau gak punya duit gak usah beli, pinjaman online ilegal maupun paylater juga,” ujar Purbaya.
Purbaya menegaskan bahwa paylater sering kali mendorong orang untuk membeli secara impulsif.
“Padahal, kemudahan bertransaksi tanpa uang tunai dapat memicu perilaku konsumtif yang berujung pada kesulitan keuangan,” tambahnya.
Bagi Purbaya, paylater seharusnya hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan produktif.
“Kalau gak butuh gak usah pakai paylater, kalau butuh saja,” tegasnya.
LPS pun menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda sebagai langkah pencegahan terhadap utang konsumtif yang dapat membebani keuangan di masa mendatang.
- Penulis: mediagramindo


