Malaysia Kenak Imbas Asap Karhutla Provinsi Riau
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 21 Jul 2025
- visibility 119
- print Cetak

Foto ilustrasi Meta AI kebakaran lahan di Pekanbaru, Senin (21/07).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus meluas hingga Minggu petang, mencapai ratusan hektare. Asap pekat dari kebakaran ini mulai terbawa angin melintasi Selat Malaka dan menyebar ke wilayah Malaysia, menimbulkan kekhawatiran lintas negara.
Berdasarkan pantauan satelit yang digunakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), setidaknya terdapat 294 titik panas yang terdeteksi di sembilan kabupaten di Riau, Senin (21/07).
Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah terbanyak yang dilaporkan mengalami titik api, dengan 175 titik, diikuti Rokan Hulu sebanyak 69 titik, dan Kabupaten Pelalawan dengan 13 titik. Selain itu, Kabupaten Siak mencatat 12 titik, Kampar 11 titik, Bengkalis 4 titik, serta Kepulauan Meranti dan Kuantan Singingi masing-masing satu titik.
Level kepercayaan terhadap keberadaan kebakaran di Rokan Hilir menunjukkan angka di atas 70 persen, menempatkan daerah tersebut pada zona merah. Hal ini menunjukkan bahwa risiko kebakaran di kawasan tersebut sangat tinggi dan membutuhkan penanganan serius.
Selain itu, satelit BMKG juga mendeteksi adanya kabut asap yang berasal dari kebakaran di Riau dan Sumatra Utara. Kabut asap dari Sumatra Utara bergerak ke arah utara-timur laut, melintasi wilayah Riau dan menuju Selat Malaka serta Semenanjung Malaysia.
Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru, Chaerul Parsaulian Ginting, menyampaikan bahwa jumlah kebakaran di Riau dalam pekan ini semakin meningkat.
Ia menambahkan bahwa kondisi helikopter water bombing saat ini sedang tidak optimal karena rusak dan menunggu sparepart. Ia menegaskan perlunya operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk membantu memadamkan api.
“Masih banyak laporan kebakaran yang masuk. Saat ini wilayah yang terdampak cukup luas, seperti Rohil, Rohul, Dumai, Siak, Bengkalis, Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan,” ujar Chaerul pada hari Minggu 20 Juli 2025.
Sementara itu, upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Riau, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Di Kabupaten Rokan Hilir, sebanyak 98 personel dikerahkan untuk memadamkan api di Desa Sei Gajah Induk, Kecamatan Kubu.
Kebakaran hutan dan lahan di Riau ini menunjukkan tantangan besar dalam penanganan dan pencegahan Karhutla, terutama di musim kemarau yang berkepanjangan.
Pemerintah dan aparat terkait diimbau untuk meningkatkan koordinasi dan mempercepat langkah penanganan agar dampak negatif tidak semakin meluas dan menyebar ke negara tetangga.
- Penulis: mediagramindo


