Masih Tenaga Ahli Terkesan Arogan Muncul Dari Rio Adrian
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
- visibility 146
- print Cetak

Sekjen Partai NasDem, Rio Adrian, membuat keributan dengan wartawan saat peliputan kegiatan Wali Kota Medan di Balai Kota Medan, Rabu (16/7/2025).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Insiden penolakan dan penghalangan terhadap wartawan terjadi di lingkungan Balai Kota Medan saat kegiatan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berlangsung. Sekjen Partai NasDem Kota Medan sekaligus tenaga ahli Pemerintah Kota Medan, Rio Adrian, terkesan arogan bersikap arogan dan membatasi tugas jurnalistik saat wartawan sedang melakukan peliputan.
Peristiwa tersebut terjadi saat wartawan dari media di lingkungan Pemko Medan tengah mengambil rekaman video momen Wali Kota Rico Waas menandatangani berkas di pundak stafnya.
Tiba-tiba, Rio Adrian muncul dan langsung menunjukkan sikap tidak bersahabat dengan nada tinggi, menghalangi wartawan yang sedang merekam kegiatan tersebut.

“Kau mau ngapai, mau ngapai?” kata Rio Adrian dengan suara keras, menghalangi wartawan yang tengah menjalankan tugasnya sesuai ketentuan UU Pers No 40 Tahun 1999.
Sontak, wartawan membalas, “Kamu siapa? Kenapa nadamu tinggi? Kenapa menghalangi media. Saya media di Pemko Medan.”
Tindakan tersebut mendapat perhatian dari petugas Satpol PP yang berada di lokasi. Mereka berusaha meredam ketegangan dengan merangkul wartawan agar tidak terjadi kerusuhan lebih lanjut. Meski demikian, Rio Adrian terlihat tetap mengomel dan tidak mengindahkan upaya meredakan suasana.
“Sudah-sudah ya bang,” ucap salah satu petugas Satpol PP sembari berusaha menenangkan suasana.
Insiden ini mengubah suasana yang sebelumnya kondusif dan damai saat wawancara dengan Wali Kota Rico Waas.
Sebelumnya, Rico Waas menjawab pertanyaan terkait seleksi terbuka pejabat eselon II dan isu pejabat kelurahan bermasalah yang kembali aktif. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan akan memastikan informasi ke Inspektorat.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena dianggap mencoreng citra peliputan media di lingkungan Pemerintah Kota Medan dan menunjukkan adanya ketidakhormatan terhadap tugas jurnalistik.
Sekjen Partai NasDem, Rio Adrian, yang baru menjabat sebagai tenaga ahli Pemko Medan, diduga bersikap anggar jago dan tidak sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi dan etika jurnalistik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
- Penulis: mediagramindo


