Mengukir Dibalik Jeruji Besi, Pesanan Motif Werkudara, Baladewa dan Gunungan Proses Finishing
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
- visibility 124
- print Cetak

Proses ukiran pewayangan di Bimker Ragusta
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Ukiran kayu Pewayangan yang dibuat oleh Warga binaan Rutan Kelas I Medan patut di acungkan jempol, ketelitian dan kesabaran proses pengerjaan dibutuhkan kurang lebih 2 minggu untuk hasil yang maksimal, Minggu (02/01).
Pemilihan kayu untuk bahan ukiran tidak lah sembarang, bahan kayu yang dipilih harus memiliki serat yang kuat, agar saat finishing nanti cat plitur corak ukiran dapat timbul sempurna.
Selain bahan kayu yang tidak sembarangan, proses pembuatan ukiran kayu dimulai dengan mal nya terlebih dahulu, yang nantinya dilukis diatasnya disertai print corak yang bakal di ukir.
“Selain papan kayunya kita mal, ada print aslinya saat mengerjakannya bang, karena saat proses mengukir mal yang di atas kayunya kan terkikis, jadi tetap ada print aslinya biar tidak melenceng ukiran aslinya,” terang Warga binaan.

Warga Binaan saat mengerjakan pesanan ukiran Pewayangan Werkudara dan Baladewa di Rutan Kelas I Medan
Pengerjaan ukiran kayu yang di kerjakan warga binaan itu bermotif pewayangan, dengan motif, Werkudara, Baladewa dan Gunungan di Bimbingan Kerja (Bimker) Rutan Kelas I Medan.
- Penulis: mediagramindo


