Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 Jadi Momentum Perangi Polusi Plastik dan Sampah
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
- visibility 136
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH) 2025 menjadi momen penting bagi Indonesia dalam menghadapi krisis lingkungan yang semakin kompleks, terutama permasalahan polusi plastik dan pengelolaan sampah yang belum optimal. Mengusung tema global “Ending Plastic Pollution” dan nasional #HentikanPolusiPlastik rangkaian kegiatan berlangsung dari awal Juni hingga akhir bulan ini dengan berbagai agenda strategis.
Acara puncak HLH 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 22–24 Juni dihadiri lebih dari 1.000 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk 38 gubernur dan 514 bupati/walikota.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen nasional menuju Indonesia Bebas Sampah pada tahun 2029.
Pembukaan acara dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, yang menegaskan pentingnya aksi kolektif dalam mengatasi krisis polusi plastik.
“Polusi plastik bukan sekadar isu lingkungan, ini adalah krisis yang mengancam ekosistem, kesehatan, dan masa depan kita. Kita harus bergerak bersama dengan aksi nyata yang kolaboratif,” tegas Menteri Hanif.

Dalam rangkaian HLH 2025, digelar Expo yang menampilkan 78 booth dari berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, hingga akademisi. Produk-produk ramah lingkungan, teknologi pemilahan sampah, hingga inovasi pengelolaan limbah menjadi sorotan utama. Selain itu, berbagai forum edukatif seperti talkshow, workshop, dan coaching clinic juga diadakan dengan mengangkat 28 tema, termasuk AMDALNET, baku mutu air dan tanah, serta program Adiwiyata dan Kalpataru.
Sementara itu, Rakornas Pengelolaan Sampah 2025 yang digelar bersamaan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah secara sirkular dan berkelanjutan. Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia, termasuk para gubernur dan bupati/walikota, dan bertujuan mengkonsolidasikan langkah menuju kota yang bersih dan sehat.
Salah satu fokus utama dalam Rakornas adalah revitalisasi Program Adipura, yang kini tidak hanya menilai estetika dan kebersihan kota, tetapi juga kapasitas kelembagaan, sistem pemilahan dari sumber, serta kepatuhan terhadap larangan open dumping. Revitalisasi ini menandai transformasi strategis pengelolaan lingkungan urban berbasis data dan teknologi, seperti citra satelit dan survei udara, guna memastikan kota-kota di Indonesia mampu memenuhi standar lingkungan yang lebih tinggi.
Adipura diharapkan tidak lagi sekadar simbol kota bersih, melainkan menjadi alat kebijakan yang mendorong tata kelola sampah yang sistematis, partisipatif, dan berkelanjutan. Penilaian Adipura kini menitikberatkan pada tiga aspek utama: sistem pengelolaan sampah dan kebersihan (50%), anggaran dan kebijakan daerah (20%), serta kesiapan SDM dan fasilitas (30%). Kota-kota yang memenuhi kriteria akan mendapatkan predikat Adipura Kencana, sementara yang masih belum memenuhi akan diberikan predikat Kota Kotor sebagai peringatan.
Selain itu, HLH 2025 turut memperkenalkan berbagai inovasi dan teknologi solusi nyata, seperti Waste4Change, Rekosistem, AutoThermix, serta mesin pemilah otomatis. Program Deposit Return Scheme dan insinerator bebas asap juga diuji dan dinilai mampu memenuhi standar emisi yang ketat, sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik dan limbah berbahaya lainnya.
Harapan besar dari peringatan HLH 2025 adalah seluruh elemen bangsa—pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat—bersatu dalam gerak langkah yang sama. Menurut Menteri Hanif, menyelamatkan lingkungan bukan hanya tugas kementerian, tetapi merupakan amanah seluruh anak bangsa untuk masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan berbagai inisiatif dan komitmen ini, Indonesia berharap dapat mempercepat langkah menuju kota-kota yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan, serta mewujudkan target nasional menuju Indonesia bebas sampah pada 2029.
- Penulis: mediagramindo


