Oknum ASN Honorer Batubara Berujung Perbincangan Publik, Ini Sebabnya
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 17 Nov 2025
- visibility 137
- print Cetak

Foto ilustrasi Meta AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Batubara – Sebuah insiden yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batu Bara sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan media.
Kasus ini bermula dari penggerebekan di sebuah hotel di Medan yang berujung pada laporan resmi ke polisi dan menimbulkan berbagai spekulasi serta sorotan terhadap integritas pejabat publik.
Doni Suhada, pria berusia 27 tahun asal Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, resmi melaporkan dugaan perselingkuhan yang melibatkan pasangannya, YL, seorang honorer di Disdukcapil Batu Bara, dan RH, seorang pejabat di instansi yang sama.
Laporan tersebut diajukan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Utara pada tanggal 15 November 2025.
Doni didampingi oleh pamannya, Heru, saat menyerahkan bukti-bukti laporan kepada wartawan.
Di hadapan awak media, ia menyatakan ketidakpuasannya terhadap perilaku oknum tersebut dan mengungkapkan bahwa dirinya menuntut keadilan dan sanksi tegas atas tindakan yang mencoreng citra pemerintah daerah, Senin (17/11).
Menurut keterangan Doni, perselingkuhan tersebut terjadi di Hotel SHF yang berlokasi di Jalan Medan–Tebing Tinggi No. 11–14, Kecamatan Medan Johor.
Ia mengaku mulai mencurigai adanya hubungan tidak pantas setelah melihat perubahan gerak-gerik istri dan YL. Ketika melakukan penyelidikan, Doni berhasil melacak keberadaan YL dan RH di hotel tersebut pada Sabtu, 15 November 2025.
Pihak keluarga dan masyarakat menuntut agar tindakan tegas diambil terhadap oknum pejabat dan honorer yang diduga melakukan perzinahan dan merusak citra instansi pemerintahan.
Mereka berharap aparat berwenang tidak tinggal diam dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan adil.
Kasus ini menimbulkan perhatian serius dari Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, yang menyatakan akan melakukan evaluasi dan tindakan disipliner terhadap oknum yang terlibat.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga integritas dan profesionalisme pegawainya serta tidak akan mentolerir tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi.
Kasus ini juga memperlihatkan pentingnya pengawasan dan pengendalian internal di lingkungan pemerintahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Masyarakat menuntut transparansi dan keadilan agar kepercayaan terhadap pemerintah tetap terjaga.
Insiden ini menjadi pelajaran berharga bahwa integritas dan etika harus tetap dijaga oleh setiap aparatur negara. Masyarakat berharap agar proses hukum berjalan secara objektif dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Selain itu, kasus ini juga diharapkan mampu menjadi pengingat bagi pejabat dan honorer untuk selalu menjaga sikap dan perilaku agar tidak mencoreng marwah institusi.
Kasus penggerebekan dan laporan dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum ASN dan honorer di Disdukcapil Kabupaten Batu Bara ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan beragam reaksi.
Masyarakat pun berharap agar proses hukum berjalan adil dan transparan, serta menjadi pembelajaran untuk meningkatkan etika dan profesionalisme di lingkungan pemerintahan.
- Penulis: mediagramindo


