Orang Tolol Sedunia Yang Bilang Bubarin DPR, Kata Sahroni
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
- visibility 97
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Pernyataan mengenai seruan untuk membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menegaskan bahwa seruan semacam itu adalah tindakan yang tidak pantas dan tidak bertanggung jawab.
Dalam kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025), Sahroni menyebut bahwa orang yang menyampaikan seruan pembubaran DPR adalah orang yang tidak memiliki kedewasaan berpolitik.
“Orang yang cuman mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia,” ujarnya dengan tegas.
Sahroni menjelaskan bahwa DPR sebagai wakil rakyat tidak anti kritik. Ia pun mempersilakan masyarakat menyampaikan kritik dan keluhan, bahkan caci maki sekalipun, selama tidak dilakukan secara berlebihan dan menghina.
“Kita boleh dikritik, mau bilangin anjing, babi, bangsat, nggak papa, mampus-mampus nggak papa. Silakan kritik, mau ngapain juga boleh, tapi jangan mencaci maki berlebihan, itu karena merusak mental manusia,” jelasnya.
Politisi dari Partai Nasdem ini menekankan bahwa proses pemerintahan di Indonesia tidak bisa berjalan dengan baik jika DPR dibubarkan secara sepihak. Ia menyatakan bahwa DPR memiliki peran penting sebagai wakil rakyat dan bahwa membubarkan lembaga legislatif tersebut tidak serta merta menyelesaikan permasalahan negara.
“Maka jangan menyampaikan hal-hal seenaknya, bubarin DPR, jangan,” tegas Sahroni. Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua anggota DPR adalah orang yang sempurna, namun mereka tetap menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dengan sebaik-baiknya.
Mengakhiri komentarnya, Sahroni menyayangkan masih banyak masyarakat yang kerap mengkritik tanpa memikirkan konsekuensi dan dampak dari seruan tersebut.
Ia menilai, orang-orang yang menyerukan pembubaran DPR biasanya adalah mereka yang tidak pernah menjadi anggota legislatif dan tidak memahami proses pemerintahan secara menyeluruh.
Dia mengatakan bahwa semua anggota DPR juga belum tentu pintar dan hebat. Namun, dia sangat menyayangkan masyarakat yang kerap mengkritik apapun yang disampaikan DPR.
Sahroni juga menyebut bahwa yang menyampaikan soal pembubaran DPR itu adalah orang-orang yang tidak pernah menjadi anggota DPR.
“Memang yang ngomong itu rata-rata yang nggak pernah duduk di DPR. Emang kita orang pintar semua?, kita bodoh semua, tapi ada tata cara kelola bagaimana menyampaikan kritik yang harus dievaluasi oleh kita,” lanjutnya.
Kita memang belum tentu benar, belum tentu hebat, enggak, tapi minimal kita mewakili kerja-kerja masyarakat yang. Jangan dikit-dikit DPR ngomongin masalah ini, dihujat, ini dihujat, nggak papa, mau menghujat sampai mampus juga nggak papa, masih berdiri DPR nya sampai kapanpun tidak akan berubah, sama saja, celotehnya.
Hingga saat ini, seruan pembubaran DPR masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat dan pengamat politik, dengan berbagai pandangan terkait keberlangsungan dan stabilitas pemerintahan nasional.
- Penulis: mediagramindo


