Dr. Marwan Al-Sultan Syahid di Rudal Jet Israel
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
- visibility 92
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gaza – Dr. Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan pakar kardiologi intervensional, gugur akibat serangan udara Israel pada Rabu (02/07). Dalam insiden tersebut, istri dan beberapa anak Al-Sultan juga menjadi korban.
Putrinya, Lubna, menceritakan bahwa rudal jet tempur F-16 menghantam langsung kamar ayahnya. “Semua kamar di rumah itu utuh kecuali kamar ayah saya yang terkena rudal,” ujarnya kepada Associated Press.
Militer Israel (IDF) mengklaim serangan tersebut menargetkan “teroris utama” Hamas, meskipun mereka menyatakan prihatin atas jatuhnya korban sipil. Tuduhan keterlibatan Al-Sultan dengan kelompok bersenjata dibantah keras oleh keluarga almarhum.
“Dia hanyalah orang yang mencemaskan semua pasien yang dia rawat selama perang,” kata Lubna.
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam keras serangan tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kemlu RI menyampaikan bahwa Indonesia mengapresiasi jasa, komitmen, dan perjuangan Al-Sultan dalam bidang kemanusiaan serta perdamaian di Palestina.
Profil dan Peran Al-Sultan
Selain memimpin Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Dr. Marwan Al-Sultan dikenal sebagai pakar kardiologi intervensional yang gigih memberikan layanan medis di tengah ancaman serangan dan blokade. Ia juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga kemanusiaan internasional, termasuk dari Inggris, Belanda, Belgia, Kanada, dan Spanyol.
Rumah Sakit Indonesia yang dibangun melalui donasi rakyat Indonesia dan organisasi seperti Palang Merah Indonesia serta Muhammadiyah kini tidak lagi berfungsi akibat serangan dan kerusakan struktural. Menurut laporan PBB, serangan berulang dan kerusakan bangunan membuat seluruh fasilitas kesehatan di Gaza utara lumpuh total.
Pemerintah Palestina dan organisasi internasional menegaskan bahwa klaim Israel yang menyebut Rumah Sakit Indonesia sebagai bagian dari “infrastruktur kelompok teror” adalah tidak benar. Otoritas kesehatan Gaza, bersama organisasi medis internasional dan PBB, membantah tuduhan tersebut.
Reaksi Internasional dan Indonesia
Indonesia secara tegas mengecam serangan yang menewaskan Al-Sultan dan menegaskan kembali dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan di Palestina.
“Kami mengapresiasi jasa, komitmen, dan perjuangan beliau bagi kemanusiaan serta perdamaian di Palestina,” ujar Kemlu RI, Kamis (03/07).
Sementara itu, IDF menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan kepada “teroris utama” Hamas dan dilakukan dengan upaya meminimalkan risiko bagi warga sipil. Namun, keluarga Al-Sultan menegaskan bahwa almarhum tidak terkait dengan kelompok bersenjata apa pun dan hanya fokus pada pelayanan medis selama perang.
Dampak Serangan terhadap Fasilitas Kesehatan Gaza
Menurut PBB, serangan udara berulang dan kerusakan struktural yang terjadi telah menyebabkan seluruh rumah sakit di Gaza utara berhenti beroperasi. Saat ini, tidak ada fasilitas kesehatan yang berfungsi di wilayah tersebut, mengakibatkan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.
Serangan ini menimbulkan duka mendalam tidak hanya di kalangan keluarga dan masyarakat Gaza, tetapi juga di seluruh dunia, yang mengecam keras kekerasan dan kerusakan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
- Penulis: mediagramindo


