Pangdam I/BB Resmikan Launching 1000 Kartu Berobat Kodam I BB di Medan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
- visibility 290
- print Cetak

Foto bersama Pangdam dan Ketua Persit Launching Program Kartu Berobat Kodam I/BB di RS Putri Hijau Kota Medan, (21/10).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Launching Kartu Berobat Kodam I/BB, Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto, meluncurkan 1.000 kartu berobat gratis bagi masyarakat, komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Sumatera Utara di Rumah Sakit Putri Hijau Jl. Putri Hijau No.17, Kesawan, Kecamatan Medan Baru Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/10).
Pangdam I/BB, Mayjen TNI Rio Firdianto, yang menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
“Kami siap menampung adik-adik dari panti asuhan, penyandang disabilitas, atau yang berkebutuhan khusus apabila sakit. Kami siap melayani,” ujar Pangdam pada peluncuran Kartu Berobat Kodam I/BB.

Launching Kartu Berobat Kodam I BB di Rumah Sakit Putri Hijau Kota Medan.
Pangdam I/BB saat memberikan sambutan menyebutkan, “Launching Kartu Berobat di RS Rungkit ini merupakan momen penting sebagai bentuk keseriusan Pemerintah, khususnya TNI, dalam mendukung upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.”
Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama mereka yang membutuhkan.
Selain itu, bagi penerima manfaat yang kesulitan datang ke rumah sakit, Kodam I/BB menyiapkan ambulans RS Putri Hijau untuk menjemput pasien.
“Jangan ragu. Ada 75 dokter yang siap melayani. Bisa juga konsultasi via WhatsApp. Jika butuh rawat inap, semuanya gratis,” tegas Pangdam.
Kartu Berobat ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.
Dengan adanya program ini, diharapkan beban biaya pengobatan dapat berkurang dan masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis yang optimal tanpa harus khawatir akan biaya.
- Penulis: mediagramindo


