Pembagian Sembako di Kantor DPRD Deli Serdang Menuai Kritikan Warga
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
- visibility 82
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Deli Serdang – Pembagian paket sembako yang dilakukan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deli Serdang menuai kritik dari sejumlah warga setempat. Banyak warga menganggap pembagian tersebut tidak merata dan tidak tepat sasaran, bahkan sebagian mengaku harus membayar Rp 80 ribu untuk mendapatkan paket sembako.
Seorang warga yang tinggal di belakang komplek Kantor Bupati Deli Serdang mengungkapkan ketidakpuasannya. Ia mengaku tidak mendapatkan informasi apapun terkait pembagian sembako tersebut dan menduga bantuan hanya diberikan kepada kelompok tertentu yang sudah lebih dulu mengantongi kupon.
“Kalau di belakang komplek kantor bupati, kami sama sekali tidak tahu-menahu tentang pembagian sembako ini. Saya rasa, keluarga orang dalam yang mendapatkan kupon,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (10/09/2025).
Sementara itu, salah satu warga yang berhasil menerima paket sembako mengaku telah terdata sebelumnya karena sering mangkal di sekitar kantor DPRD. Ia menyebutkan bahwa dari kupon yang diterima, ia mendapatkan paket berisi beras 5 kilogram, minyak makan 1 kilogram, telur 15 butir, susu, dan empat bungkus mie instan.
Namun, warga tersebut juga mengaku harus membayar sejumlah biaya agar paket sembako dapat diperoleh.
“Walaupun sudah dapat kupon, tetap harus bayar Rp 80 ribu agar bisa membawa pulang paket sembako ini,” katanya.
Kebijakan pembagian sembako di lingkungan DPRD Deli Serdang ini menuai sorotan dan kritik dari warga yang menilai bahwa pembagian tersebut tidak transparan dan tidak adil.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pembagian sembako belum memberikan komentar resmi terkait dugaan adanya praktik tidak merata dan pungutan biaya tersebut.
- Penulis: mediagramindo


