Pidato Prabowo, Kekuatan Negara Ada Pada Pengelolaan Kekayaan Negara
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
- visibility 321
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada hari ini untuk menyampaikan pidato kenegaraan perdana dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.
Kedatangan mantan calon presiden tersebut disambut oleh para pejabat negara dan tamu undangan yang hadir di Gedung Nusantara.
Sidang Tahunan MPR RI secara resmi dibuka oleh Ketua MPR RI, dilanjutkan dengan penyampaian pidato pengantar Sidang Tahunan.
Dalam rangkaian acara, sebuah video capaian kepemimpinan Presiden Republik Indonesia ditampilkan untuk menggambarkan perkembangan strategi nasional di berbagai sektor.
Video itu menggambarkan berbagai capaian kebijakan dan program pemerintah dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari dialog publik di hadapan peserta sidang.
Salah satu bagian yang menonjol dalam pidato tersebut adalah pernyataan terkait kelangsungan kekuatan negara melalui penguasaan dan pengelolaan kekayaan nasional.

Dalam pidato kenegaraan di hadapan peserta Sidang Tahunan, Prabowo menyampaikan, “Kekuatan suatu negara terletak bagaimana negara itu bisa menguasai dan mengelola kekayaan. Karena itu kita berani koreksi apabila kita telah mengambil langkah yang keliru. Sungguh aneh, negara dengan produksi kelapa sawit terbesar di dunia pernah mengalami kelangkaan minyak goreng.” kata Prabowo, Jumat (15/08).
Usai pembacaan pidato pengantar, Presiden Prabowo kemudian menyampaikan pidato kenegaraan perdana pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2025 di hadapan para peserta dan tamu undangan yang hadir.
Pidato itu dipandang sebagai momentum penting dalam penjabaran arah kebijakan nasional dan rencana kerja pemerintah ke depan.
Kepala negara menegaskan pentingnya upaya kolaborasi antara lembaga negara dan sektor swasta guna memperkuat kestabilan ekonomi, keamanan pangan, serta pembangunan infrastruktur.
Para hadirin, yang terdiri dari anggota MPR, DPR, dan DPD, serta tamu undangan nasional dan internasional, mengikuti sesi dengan seksama sepanjang penyampaian pidato kenegaraan tersebut.
- Penulis: mediagramindo


