Pesawat Terbakar Setelah Lepas Landas di Venezuela, Tewaskan Dua Penumpang
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
- visibility 111
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Venezuela – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Bandara Paramillo, Táchira, Venezuela, ketika sebuah pesawat jenis Piper Cheyenne I (PA-31T1) mengalami insiden mengerikan tepat setelah lepas landas. Kecelakaan ini menewaskan dua penumpang dan melukai dua lainnya.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan momen dramatis saat pesawat nyaris terangkat dari tanah sebelum miring ke satu sisi dan akhirnya jatuh di landasan pacu. Pesawat yang mengalami kerusakan parah akhirnya meledak menjadi bola api, menyulut kekhawatiran dan kepanikan di antara saksi mata.
Saksi mata yang menyaksikan langsung kejadian tersebut menyebutkan bahwa pesawat menunjukkan tanda-tanda bahaya setelah lepas landas, dan terdengar teriakan dari penumpang yang menyaksikan pesawat tersebut mengalami kesulitan kendali.
Kecelakaan terjadi di Lapangan Udara Paramillo, yang berlokasi di Taman Nasional San Cristóbal, setelah pesawat kehilangan kendali akibat bannya meledak. Menurut laporan, pilot diduga kehilangan kendali pesawat dan menyebabkan kecelakaan tersebut.
Petugas pemadam kebakaran, Perlindungan Sipil Táchira, serta Kepolisian Nasional Bolivarian (PNB) langsung merespons lokasi kejadian sekitar pukul 12 siang waktu setempat. Mereka segera melakukan evakuasi dan penanganan terhadap reruntuhan pesawat yang terbakar, Kamis (23/10).
Dua penumpang yang meninggal dunia diidentifikasi secara tidak resmi sebagai Toni Bortone dan Juan Maldonado, menurut media lokal El Nacional. Sementara itu, dua penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan sedang mendapatkan perawatan medis.
Kecelakaan ini juga dikaitkan dengan ‘aktivitas logistik pemerintah,’ meskipun penyelidikan resmi masih berlangsung untuk menentukan penyebab pasti insiden tersebut.
Pesawat Piper Cheyenne I (PA-31T1), yang diproduksi oleh Piper Aircraft pada akhir tahun 1970-an, dikenal dengan mesin bermesin ganda yang memiliki kinerja unggul, biaya operasional rendah, dan catatan keselamatan yang baik. Namun, insiden ini menjadi perhatian terkait keselamatan penerbangan di wilayah tersebut.
Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan memastikan langkah-langkah pencegahan di masa mendatang.
- Penulis: mediagramindo


