Relokasi Warga Gaza Tuai Keritikan di Indonesia
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 11 Agt 2025
- visibility 103
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Deputi Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena, menyatakan keprihatinannya terhadap rencana relokasi warga Gaza yang diusulkan pemerintah.
Menurutnya, kebijakan tersebut justru berpotensi mendukung usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin memindahkan warga Gaza dari tanah dan rumah mereka sendiri.
Rencana relokasi ini mendapatkan penolakan dari komunitas internasional, meskipun Trump berdalih bahwa langkah tersebut dilakukan demi rekonstruksi Gaza yang telah hancur akibat agresi militer Israel sejak Oktober 2023 lalu. Namun, Wirya menegaskan bahwa kebijakan semacam ini harus disikapi secara kritis.
“Kebijakan relokasi ini harus dilihat dengan hati-hati. Walaupun pemerintah menyampaikan bahwa langkah ini didasari oleh alasan kemanusiaan, namun jika tidak diatur dengan hati-hati, justru berpotensi sejalan dengan skenario besar Israel dan pemerintahan Trump yang ingin mengosongkan Jalur Gaza dengan memindahkan dua juta warga Gaza ke luar negeri mereka sendiri,” ujar Wirya, Senin (11/08).

Ia menambahkan bahwa tindakan semacam ini berisiko memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza dan mengabaikan hak dasar rakyat Palestina atas tanah dan rumah mereka.
Amnesty International mendesak pihak terkait untuk mengevaluasi rencana tersebut dengan penuh hati-hati dan memperhatikan aspek hak asasi manusia.
- Penulis: mediagramindo


