Sekeluarga Rusak Gereja di Lau Bakeri Malam Hari Pakai Beko, Jemaat Lapor Polisi
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
- visibility 111
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mengetahui pelakunya, Josia Surbakti melaporkan kejadian itu ke Polsek Kutalimbaru. Namun, pihak Polsek menyarankan agar membuat laporan langsung ke Polrestabes Medan. “Dan laporan kita disini sudah diterima, dan kita minta untuk segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Menurutnya, IG dan kawan-kawannya sudah 3 tahun lalu mengusik tempat ibadah itu. Pelaku mengklaim bahwasannya, tanah tersebut miliknya.
“Kurang lebih tiga tahun dia (pelaku) selalu mengganggu kami beribadah. Dia (pelaku) bilang gereja itu milik dia. Jadi segala cara dia buat untuk mengganggu kita ibadah. Dengan cara dengan mengeraskan volume musik sekeras-kerasnya. Sehingga kami terganggu saat ibadah karena hanya berjarak 2 meter dari rumahnya,” jelasnya.
Dikatakannya, pertama kali tanggal 15 bulan Januari 2023. “IG masuk langsung ke gereja menduduki kursi pendeta, bersama-sama dengan anak dan istrinya. Sejak kejadian itu, kami pun memasang cctv,” celotehnya.
Nah, setelah pemasangan cctv IG dan kawannya tidak lagi masuk ke gereja. Akan tetapi mengganggu saat jemaat sedang beribadah dengan cara menghidupkan musik sekeras-kerasnya. “Kita ibadah seminggu tiga kali, disitu IG terus menganggu kita,” ucapnya.
- Penulis: mediagramindo


