Serangan Militer AS ke Iran Picu Reaksi Tajam di Kalangan Parlemen Amerika Serikat
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
- visibility 100
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WASHINGTON – Pengumuman mengejutkan dari Presiden Donald Trump bahwa pasukan Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran memicu beragam reaksi di kalangan anggota parlemen AS.
Sebagian besar anggota Partai Republik menyambut langkah tersebut dengan dukungan dan perayaan di media sosial, sementara sejumlah anggota Partai Demokrat mengkritik keras tindakan tersebut dan mengkhawatirkan dampaknya terhadap stabilitas regional dan konstitusional.
Dukungan Penuh dari Partai Republik
Senator Lindsey Graham dari South Carolina menyatakan, “Bagus. Itu keputusan yang tepat,” melalui akun Twitter-nya yang dikutip dari Iranint.com. Ia juga menambahkan, “Rezim ini pantas mendapatkannya. Kerja bagus, Presiden @realDonaldTrump.
Menurutnya sesama warga negara kami memiliki Angkatan Udara terbaik di dunia. Sebagian besar anggota Partai Republik mendukung kebijakan keras terhadap Iran, dengan banyak yang secara konsisten mendukung operasi militer Israel di Timur Tengah dan mengkritik keras program nuklir Iran.

Anggota Kongres Texas Dan Crenshaw turut memberikan dukungan kepada Trump. Ia mengingatkan pendukungnya bahwa langkah ini bukan berarti kekuatan militer akan segera dikerahkan di Iran, melainkan sebagai upaya menegakkan keamanan dan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.
“Menurutmu itu berarti stabilitas jangka panjang di Timur Tengah dan masa depan yang lebih aman bagi warga Amerika? Kau benar. Karena rezim yang menginginkan ‘Kematian bagi Setan Besar’ sudah berakhir,” tulis Crenshaw di media sosialnya.
Kritik dan Kekhawatiran dari Demokrat
Di sisi lain, Partai Demokrat menunjukkan keprihatinan yang tajam terhadap langkah militer tersebut. Beberapa anggota menganggap tindakan Trump melanggar konstitusi dan berpotensi mengarah ke perang tanpa persetujuan kongres.
“Trump bertindak sepenuhnya di luar kewenangannya dan sekali lagi menginjak-injak Konstitusi. Ini adalah eskalasi yang ilegal dan mengerikan,” ujar Congresswoman Summer Lee.
Ia juga menekankan bahwa pengeboman Iran membawa risiko besar terhadap perdamaian dunia dan menuntut Kongres segera mengesahkan Resolusi Kekuasaan Perang untuk mengendalikan keputusan militer semacam ini.
Jim McGovern, anggota Kongres dari Massachusetts, menyatakan, “Ini gila. Trump baru saja mengebom Iran tanpa persetujuan Kongres, yang secara ilegal menyeret kita ke dalam perang di Timur Tengah. Apakah kita belum belajar dari kesalahan masa lalu?” Kritik ini mencerminkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang tidak terkendali.
Namun, terdapat pula suara terbatas dari Demokrat yang mendukung kebijakan Trump. Senator Pennsylvania John Fetterman, yang dikenal sebagai pendukung kuat Israel, menyatakan, “Seperti yang sudah lama saya tegaskan, ini adalah langkah yang tepat oleh @POTUS. Iran adalah sponsor utama terorisme di dunia dan tidak dapat memiliki kemampuan nuklir.” Ia juga menyampaikan penghormatan kepada militer AS atas keberhasilan serangan tersebut.
Pengumuman resmi serangan ini disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui akun media sosialnya, X (sebelumnya Twitter), pada Minggu (22/6/2025) WIB. Ia menyatakan bahwa pasukan AS telah menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan, dan mengklaim operasi tersebut sangat berhasil.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di kawasan dan potensi eskalasi konflik yang lebih luas. Reaksi internasional dan domestik terhadap langkah militer ini masih terus berkembang, menunggu perkembangan lebih lanjut dari pemerintah AS dan Iran.
- Penulis: mediagramindo


