Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suap Proyek Jalan di Sumut, Ada Perintah Kata KPK

Suap Proyek Jalan di Sumut, Ada Perintah Kata KPK

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 139
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan jalan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Kasus ini mencuat setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada 26 Juni 2025, yang menjerat sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa KPK menduga ada pihak lain yang memerintahkan Topan Obaja Putra Ginting (TOP), Kepala Dinas PUPR Sumut, untuk menerima suap dalam proyek jalan tersebut.

“Kami juga menduga-duga bahwa TOP ini bukan hanya sendirian. Kami akan menelusuri siapa yang memerintahkan dan dari mana aliran dana suap tersebut berasal,” ujar Asep dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/7).

Ia menambahkan, KPK akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk keluarga Topan untuk menggali informasi lebih dalam.

KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini, termasuk Topan Ginting dan Rasuli Efendi Siregar (RES), Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Gunung Tua di PUPR Sumut yang juga berstatus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Selain keduanya, tersangka lain adalah Heliyanyo (PPK di Satker PJN Wilayah I Sumut), M. Akhirun Efendi (direktur PT Dalihan Natolu Group KIR), dan M. Rayhan Dulasmi Piliang (direktur PT Rona Na Mora).

Dalam penyelidikan, KPK membagi para tersangka ke dalam dua klaster. Klaster pertama terkait dengan empat proyek pembangunan jalan di lingkungan Dinas PUPR Sumut, dengan nilai total sekitar Rp 147 miliar.

Klaster kedua melibatkan dua proyek di Satker PJN Wilayah I Sumut, dengan nilai sekitar Rp 84,8 miliar. Dugaan sementara, M. Akhirun Efendi dan M. Rayhan Dulasmi Piliang diduga sebagai pemberi dana suap.

Asep Guntur Rahayu menegaskan bahwa proses penyidikan tetap berlanjut meskipun Topan Ginting belum memberikan keterangan terkait pihak yang memerintahkannya menerima suap.

KPK saat ini sedang memperdalam alur perintah serta aliran dana melalui bukti elektronik yang sedang dianalisis di laboratorium forensik.

“Penggalian informasi dari pihak-pihak terkait dan analisis bukti elektronik akan terus dilakukan. Tujuannya adalah mengungkap siapa sebenarnya yang berada di balik perintah dan aliran dana ini,” tuturnya.

Kasus ini menambah daftar panjang kasus korupsi di sektor pembangunan infrastruktur di Indonesia, dan menimbulkan perhatian masyarakat terhadap integritas pejabat di lingkungan pemerintah daerah dan pusat.

Hingga saat ini, KPK berkomitmen untuk terus mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam praktik korupsi ini guna memastikan penegakan hukum yang tegas dan transparan.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Masih Menjadi Sorotan Publik dan Penegak Hukum

    Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Masih Menjadi Sorotan Publik dan Penegak Hukum

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Medan – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang digagas oleh Bobby Nasution, Wali Kota Medan, terus menarik perhatian publik dan pengawas karena statusnya yang masih belum rampung dan menuai banyak kritik. Meski telah resmi diresmikan sehari sebelum pelantikan Bobby Nasution sebagai Gubernur Sumatera Utara pada 19 Februari 2025, kondisi lapangan tersebut masih jauh dari kata […]

  • Kasus Narkoba Paling Banyak, Poldasu Pecat Personilnya

    Kasus Narkoba Paling Banyak, Poldasu Pecat Personilnya

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 108
    • 0Komentar

    MEDAN – Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan sebanyak 174 personel Polda Sumut dari jajaran Polres terlibat berbagai pelanggaran sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data yang diperolehnya dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), paling banyak terlibat narkoba, yakni berjumlah 94 personel. Mereka yang pengguna direhabilitasi. Tapi yang terlibat peredaran narkoba dipecat tidak hormat. “Data […]

  • Program 3 Juta Rumah MBR, Ini Kata DPRD Sumut

    Program 3 Juta Rumah MBR, Ini Kata DPRD Sumut

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 138
    • 0Komentar

    MEDAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) merespon program 3 juta rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dewan meminta apa yang dicanangkan pemerintah pusat harus dengan tindakan cepat oleh Pemkab maupun Pemko se-Sumut Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga mengatakan, Pemkab maupun Pemko […]

  • Nusakambangan Transformasi Jadi Pusat Ketahanan Pangan Warga Binaan

    Nusakambangan Transformasi Jadi Pusat Ketahanan Pangan Warga Binaan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    CILACAP – Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan. Apresiasi itu disampaikan Titiek saat kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Sabtu 20 Juni 2026, didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau program […]

  • Kasus ABK Tersandung 2 Ton Narkoba Diambil Alih Pengacara Kondang

    Kasus ABK Tersandung 2 Ton Narkoba Diambil Alih Pengacara Kondang

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea secara resmi mengambil alih penanganan kasus Fandi Ramadhan, seorang anak buah kapal (ABK) dari Belawan yang terlibat dalam penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mendekati 2 ton. Penanganan ini dilakukan setelah sebelumnya keluarga dan tim kuasa hukum menyampaikan permohonan agar Hotman Paris turun tangan dalam kasus yang sangat […]

  • Pelajar SMP Jadi Korban Pelecehan di Medan, Orang Tua Pilih Diam demi Perlindungan Mental Anak

    Pelajar SMP Jadi Korban Pelecehan di Medan, Orang Tua Pilih Diam demi Perlindungan Mental Anak

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Medan – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga menjadi korban pelecehan oleh seorang pria tak dikenal di kawasan Jalan Karya Jaya, Gang Eka Lestari, Gedung Johor, Kota Medan, Sabtu (14/2). Kejadian ini menimbulkan keprihatinan dan perhatian dari masyarakat setempat. Peristiwa tersebut terjadi saat korban, yang masih berusia remaja, dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju […]

expand_less