Tiga Narapidana Kabur, Kerusuhan Lapas Nabire Pecah
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
- visibility 162
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Papua Tengah – Ketegangan terjadi di Lapas Kelas IIB Nabire pada Jumat (9/5/2025) siang, saat sejumlah anggota Reskrim Polres Nabire mendapat serangan dari oknum warga binaan.
Kejadian itu berlangsung saat petugas sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kaburnya tiga narapidana kasus pembunuhan dan kepemilikan senjata api (senpi).
Akibat penyerangan tersebut, beberapa anggota polisi mengalami luka-luka dan satu unit mobil milik personel Polres Nabire mengalami kerusakan parah akibat lemparan batu. Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa proses penyelidikan sedang berlangsung.

Sebelumnya dikabarkan Tiga Anggota TPNPB Kabur dari Lapas Kelas IIB Nabire, Papua Tengah
Tiga narapidana yang terafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berhasil melarikan diri dari Lapas Nabire pada dini hari, 8 Mei 2025.
Masyarakat diminta waspada dan segera melapor jika melihat atau mengetahui keberadaan mereka!
Identitas Napi yang Kabur:
1. Irinus Telenggen alias Sayur – kasus percobaan pembunuhan
2. Salam Telenggen alias Uras – kepemilikan senjata tajam/api
3. Yomison Murib alias Biasa – kasus pembunuhan
Mereka adalah anggota aktif KKB Puncak pimpinan Numbuk Telenggen.

Kronologi Kejadian
Pada Rabu malam, 7 Mei 2025 pukul 23.00 WIT, ketiga napi masih terlihat melalui CCTV di area memasak dalam halaman Lapas. Namun, sekitar pukul 00.55 WIT, salah satu napi melaporkan bahwa ada yang berusaha melompati pagar tahanan.
Dua petugas yang berjaga segera melakukan pengejaran, namun tidak berhasil menemukan para napi yang kabur. Pelarian diduga dilakukan menggunakan tangga kayu setinggi 3,5 meter, menembus pagar besi setinggi 8 meter yang dilengkapi kawat duri.
Investigasi awal mengungkap beberapa kelemahan dalam sistem keamanan di Lapas Nabire.
Hingga saat ini, pihak Lapas masih berkoordinasi dengan kepolisian guna melakukan pencarian. Ketiga napi dinilai berbahaya karena terafiliasi dengan kelompok TPNPB dan terlibat dalam tindak pidana berat.
- Penulis: mediagramindo


