Tragis! Penemuan Mayat di Rumah Usaha Air Isi Ulang di Marelan, Medan Gegerkan Warga
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 88
- print Cetak

Satu keluarga meninggal akibat banjir di Kota Medan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Warga Jalan Pasar 4 Barat Marelan kembali dihebohkan dengan penemuan mayat di salah satu rumah yang berfungsi sebagai usaha air isi ulang. Penemuan ini menambah daftar panjang kejadian tragis akibat banjir yang melanda Kota Medan beberapa hari terakhir.
Menurut informasi dari warga sekitar, aroma busuk yang menyengat mulai tercium di kawasan tersebut pasca banjir besar yang melanda wilayah Marelan pada hari Rabu hingga Kamis lalu.
Aroma menyengat ini semakin menguat dan menjadi perhatian warga sekitar, yang kemudian melakukan pencarian sumber bau tersebut.
Ratna (33), adik kandung dari salah satu korban, mengungkapkan bahwa keluarga korban yang terdiri dari suami, istri, dan seorang anak menjadi korban peristiwa banjir yang memilukan ini.
Ia menyebutkan bahwa ayah dan abangnya sempat berkomunikasi melalui telepon saat banjir melanda, dan mereka menyampaikan kabar tentang rumah mereka yang terendam air.
“Pada saat banjir itu, ayah saya sempat menanyakan kabar keluarga saya via telepon. Mereka tinggal di rumah yang cukup dekat dengan tempat kejadian,” ujarnya.
Setelah dilakukan pencarian, warga menemukan bahwa sumber bau busuk berasal dari dalam salah satu rumah di Jalan Pasar 4 Barat yang berdekatan dengan Cafe Pondok Jambe Marelan.
Menurut pengakuan warga, jenazah ketiga korban sudah berada di dalam rumah selama sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Diduga, mereka meninggal karena menghirup asap dari mesin genset yang digunakan saat listrik padam akibat banjir.
Warga menduga bahwa ketiga korban meninggal lantaran terjebak dalam rumah selama banjir dan kekurangan oksigen akibat asap dari genset yang mereka gunakan.
Penemuan ini dilakukan pada hari Senin, 1 Desember 2025, saat wilayah sekitar Medan Marelan mengalami pemadaman listrik total akibat banjir.
Selain itu, kejadian ini turut menambah daftar insiden yang viral di media sosial. Sebelumnya, video yang memperlihatkan wartawan Dedi Kurniawan bersama warga Pasar IV Terjun yang terjebak banjir selama tiga hari tanpa bantuan dari Pemerintah Kota Medan juga menjadi perhatian publik.
Mereka terjebak di Kompleks Griya Berstari, Kelurahan Terjun Marelan, dan harus bertahan hidup dari air banjir yang melanda sejak Kamis, 27 November 2025. Sayangnya, banyak dari mereka adalah lansia dan balita yang kesulitan mendapatkan air bersih dan makanan selama masa penantian evakuasi.
Kejadian ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dari pemerintah dalam menghadapi bencana banjir, serta perlunya perhatian khusus terhadap masyarakat yang rentan.
- Penulis: mediagramindo


