Suara dari 5 Negara: Kisah Exchange Participants di Balik Panggung Global Village 4.0
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
- visibility 74
- print Cetak

Salah satu Exchange Participants (EP) dari Vietnam di acara Global Village 4.0 yang merupakan bagian dari program Global Volunteer AIESEC in Universitas Sumatera Utara (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MEDAN – Di balik gemerlap panggung Global Village 4.0, ada 11 wajah yang menjadi jantung dari seluruh rangkaian acara: para Exchange Participants (EP) yang datang dari Kenya, Vietnam, China, Swiss, dan Hong Kong. Mereka bukan sekadar peserta program, melainkan pembawa cerita dari negeri asal masing-masing, yang selama 4–6 minggu tinggal di Medan sebagai bagian dari program Global Volunteer AIESEC in Universitas Sumatera Utara.
Sebelas EP ini terdiri dari dua asal Kenya, lima asal Vietnam, satu asal China, dua asal Swiss, dan satu asal Hong Kong, masing-masing mengikuti proyek sosial yang berbeda-beda selama masa penugasan mereka di Indonesia. Diantaranya, Tanya dan Marie dari Kenya yang tergabung dalam proyek On The Map, serta Krieger dari Hong Kong yang menjalani proyek Global Classroom.
Jika Global Village 4.0 dikenal lewat kemeriahan panggung, booth budaya, dan parade busana adat, sesungguhnya highlight sejati dari seluruh rangkaian acara ini adalah para Exchange Participants itu sendiri. Merekalah yang menghidupkan setiap sudut festival, bukan sebagai objek tontonan, melainkan sebagai subjek yang membawa langsung denyut budaya negaranya ke tengah-tengah pengunjung Medan.
- Penulis: mediagramindo


