Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kacau, Tukang Peras Ngaku Wartawan Terima 500 Juta

Kacau, Tukang Peras Ngaku Wartawan Terima 500 Juta

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 154
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lampung Tengah – Kejaksaan Negeri Lampung Tengah tengah menyelidiki sebuah kasus dugaan pemerasan yang melibatkan seorang pria yang mengaku sebagai wartawan.

Pria tersebut mengklaim memiliki 32 media dan diduga melakukan pemerasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) dengan modus menawarkan kerja sama advertorial serta langganan publikasi.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, yang menyebutkan bahwa pelaku telah menerima sekitar Rp 500 juta dari satu OPD saja selama tahun anggaran 2025.

Nilai tersebut diduga hanya sebagian dari total kerugian yang dialami oleh instansi lain.

“Kami telah menerima laporan terkait dugaan pemerasan ini. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa tersangka, yang mengaku wartawan dan mengklaim memiliki 32 media, diduga memeras ASN dengan modus menawarkan kerja sama advertorial dan langganan publikasi. Nilainya mencapai miliaran rupiah,” ungkap Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lampung Tengah, Median Suwardi, saat dihubungi, Jumat (17/10).

Median menambahkan bahwa modus operandi pelaku tergolong sistematis dan menekan. Pelaku diduga mendatangi berbagai instansi, sekolah, dan OPD sambil membawa nama media miliknya untuk menekan agar dana kerja sama publikasi segera dicairkan.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya praktik pemerasan yang merugikan keuangan negara serta mencoreng dunia jurnalistik di daerah tersebut.

Kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Kejari Lampung Tengah berkomitmen untuk mengusut tuntas dan memastikan tidak ada praktik pemerasan yang merugikan masyarakat dan pemerintah daerah.

Hingga berita ini diturunkan, polisi dan kejaksaan masih memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan bukti terkait kasus ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap praktik pemerasan dan memanfaatkan jalur resmi dalam pengurusan kerja sama media dan publikasi.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa 5,7 SR Guncang Poso; 12 Jemaat GKST Elim Masani Tertimbun Runtuhan Gereja

    Gempa 5,7 SR Guncang Poso; 12 Jemaat GKST Elim Masani Tertimbun Runtuhan Gereja

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 110
    • 0Komentar

    POSO – Minggu pagi (17 Agustus 2025), gempa bumi berkekuatan 5,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Poso. Dalam kejadian tersebut, 12 orang jemaat GKST Elim Masani dilaporkan tertimbun reruntuhan bangunan gereja yang masih dalam tahap konstruksi saat mereka tengah mengikuti ibadah. Keterangan awal menyebutkan sebagian jemaat berhasil keluar menyelamatkan diri saat gempa terasa, namun 12 orang lainnya […]

  • Ngantor Bareng’ DPRD Sumut di Nias, Bobby Bangun Warisan Baru Pemerintahan Yang Lincah dan Cekatan

    Ngantor Bareng’ DPRD Sumut di Nias, Bobby Bangun Warisan Baru Pemerintahan Yang Lincah dan Cekatan

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MEDAN – Kegiatan Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution berkantor di Nias bareng DPRD Sumut dinilai jadi legacy (warisan) baru di Sumatera Utara. Di sejumlah momen keakraban, Bobby juga dinilai memberi pesan bahwa pemerintahannya yang agile (lincah, cekatan) inklusif dan kolaboratif. Penilaian itu dikemukakan Akademisi Universitas Dharmawangsa Medan, Dr Rahman Tahir, M.IP Sabtu (8/8/2026), di Medan. […]

  • Kelurahan Cinta Damai Kehadiran Advokasi Hukum – BPHN Kemenkum RI, Posbankum Berhasil Mencuri Perhatian

    Kelurahan Cinta Damai Kehadiran Advokasi Hukum – BPHN Kemenkum RI, Posbankum Berhasil Mencuri Perhatian

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Medan – Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Helvetia, Medan, Sumatera Utara, berlangsung pada Kamis (16/10) dihadiri sejumlah pejabat dan rombongan, antara lain Masan Nurpian (Kabid Advokasi Hukum – BPHN Kemenkum) RI, Tanti Dian Ruhama (Koordinator Bidang Pembangunan Hukum, Kementerian PPN/Bappenas)RI, serta Theodora Yuni Shah Putri (Strategy […]

  • Rayakan Deepavali 5126 Kaliyuga Bersama Rico – Zaki

    Rayakan Deepavali 5126 Kaliyuga Bersama Rico – Zaki

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    MEDAN – Semarak Deepavali 5126 Kaliyuga bersama calon Walikota Medan berlangsung meriah di Polonia Sky Park, Sabtu (02/11). Kemeriahan hari Deepavali dihadiri oleh ratusan Etnis Tamil di Kota Medan sekaligus memberikan dukungan kemenangan untuk pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor urut 1, Rico-Zaki. Tokoh masyarakat Tamil Kota Medan Rommy Van Boy berkomitmen untuk […]

  • Suami Kabur, Istri Berhasil Diamankan, Korban ART

    Suami Kabur, Istri Berhasil Diamankan, Korban ART

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    BATAM – Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Intan, warga Loli, Sumba Barat, menjadi korban kekerasan di kawasan elit Bukit Golf Residence, Sukajadi, Batam. Peristiwa penganiayaan ini terungkap setelah Tim dari Forum Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi (Flobamora) mendatangi kediaman pelaku dan menemukan kondisi korban yang mengalami luka lebam parah di wajah dan tubuh, Minggu […]

  • Guru PPPK Pemprov Sumut Kecewa Gaji Bulan Juni dan Juli 2025 Belum Dibayar

    Guru PPPK Pemprov Sumut Kecewa Gaji Bulan Juni dan Juli 2025 Belum Dibayar

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Medan – Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan kekecewaannya atas belum dibayarkannya potongan gaji untuk bulan Juni dan Juli 2025. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik terkait hak mereka yang tertunda tanpa kejelasan dari pihak berwenang. Fahrul Lubis, salah satu guru PPPK di Sumut, […]

expand_less