Abdul Rahman Agu Selamatkan Balita di Perairan Talise Viral di Media Sosial
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
- visibility 133
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manado -Insiden kebakaran yang melanda Kapal Motor (KM) Barcelona di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, menjadi perhatian publik setelah beredarnya video viral yang menampilkan aksi heroik seorang pria menyelamatkan seorang balita perempuan dari kapal yang terbakar hebat.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Abdul Rahman Agu, pria yang diketahui berprofesi sebagai nelayan, beberapa menyebutkan pengukuran tanah atau survey dan pemetaan tanah tampak memeluk erat seorang balita yang diselamatkan dari kapal yang sedang terbakar.
Saat kejadian, kondisi balita perempuan itu bersama seorang ibu diatas air laut yang dipeluk erat setelah kondisi kritis akibat kebakaran di dek atas KM Barcelona.
Sang ibu dari balita tersebut menyerahkan anaknya kepada Abdul Rahman Agu sebelum dirinya dan penumpang lainnya dievakuasi ke laut.
Sambil memeluk balita tersebut, Abdul Rahman Agu sempat melakukan live streaming di akun pribadinya, berharap agar pertolongan segera datang sebelum situasi semakin memburuk.
Ia juga mengungkapkan kelelahan dan kekhawatiran akan keselamatan semua penumpang yang masih berada di kapal.
“Pegang Nina, pegang Nina, Nina pegang,” kata sang Ibu memberikan isyarat kepada Abdul, “Peluk dek, peluk dek jangan nangis jangan nangis ya,” kata Abdul sambil mendekap balita dipeluknya, Minggu (20/07).
Terlihat dari kejauhan kobaran api yang melahap KM Barcelona dan mereka masih terombang-ambing di atas laut dengan baju pelampungnya.
Sementara itu, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata memastikan bahwa seluruh penumpang KM Barcelona telah dievakuasi dengan aman. “Dipastikan seluruh korban sudah dievakuasi,” katanya disejumlah media.
Diketahui, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Manado, Laksamana Pertama TNI May Franky Pasuna Sihombing, menyebutkan bahwa total penumpang yang dievakuasi mencapai 280 orang. Dari jumlah tersebut, tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia, namun menurut informasi sementara, penyebab kematian bukan karena kebakaran melainkan karena sakit.

Proses pemeriksaan terhadap seluruh penumpang dan penumpang kapal masih berlangsung guna memastikan tidak ada yang tertinggal di kapal. Kondisi kapal sendiri terlihat hangus dan bercorak hitam di beberapa sisi akibat terbakar hebat.
Kapal KM Barcelona yang mengangkut penumpang dari Talaud menuju Kota Manado mengalami kebakaran sekitar pukul 13.00 WIB di Perairan Talise, Minahasa Utara.
Api bermula dari dek atas kapal dan menyebar dengan cepat, menyebabkan asap tebal mengepung kapal. Penumpang yang panik langsung berhamburan ke luar untuk menyelamatkan diri, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kapten kapal dan petugas berusaha melakukan evakuasi secepat mungkin, sementara banyak penumpang dan kru kapal berupaya menyelamatkan diri di tengah kobaran api yang berkobar.
Pihak berwenang, termasuk TNI AL dan Basarnas, langsung melakukan langkah penanganan darurat dan evakuasi. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan memastikan seluruh penumpang selamat.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan keselamatan saat berlayar, serta menunjukkan keberanian dan solidaritas masyarakat dalam situasi darurat.
Kasus kebakaran kapal KM Barcelona di perairan Manado ini menambah daftar insiden maritim di Indonesia dan menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya prosedur keselamatan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di laut. Semoga seluruh penumpang dan keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini.
- Penulis: mediagramindo


