World Expo 2025 Osaka Tampilkan Batik Untuk Kemandirian Wanita Indonesia
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 5 Mei 2025
- visibility 81
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Generasi kelima pemilik Batik Liem Ping Wie, Marcelina menyatakan batik telah menjadi jalan bagi banyak perempuan untuk mandiri secara ekonomi, seperti di Pekalongan, Jawa Tengah.
“Memberdayakan perempuan di dunia batik berarti mendorong pendidikan, menciptakan lapangan kerja berkelanjutan,” ujarnya dalam forum bisnis bertema “Rumah Batik Liem Ping Wie: A Tapestry of Tradition and Tomorrow” di Paviliun Indonesia World Expo 2025 Osaka, Kansai, Jepang, dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Senin, (05/04).
Dalam kesempatan tersebut, Marcelina membagikan cerita inspiratif perjalanan batik sebagai warisan budaya dan peluang bisnis masa depan.
Dia menerangkan bahwa batik Liem Ping Wie bukan sekadar kebanggaan keluarga, tetapi bagian penting dari narasi budaya Indonesia yang terus berkembang.
“Batik Liem Ping Wie lebih dari sekadar kebanggaan. Ini adalah bab dalam kisah budaya bangsa. Setiap motif yang kami hasilkan adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan,” kata dia.
Merek batik ini dikenal karena kualitas dan keunikan motif yang memadukan nilai tradisi dengan sentuhan modern, yang tecermin dalam setiap desain, guratan, dan jahitan.
Melalui dedikasi pada kualitas dan inovasi, pihaknya berupaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan batik Indonesia ke panggung dunia.
Marcelina turut menyampaikan cerita pribadi tentang bagaimana dirinya mulai mengenal batik sejak kecil dari sang kakek, Lim Ping Hui, seorang perajin batik ternama dari Kedunwoeni, Pekalongan

“Saya tumbuh besar menyaksikan keluarga saya bekerja tanpa lelah. Dari situlah saya belajar bahwa batik bukan hanya kain, tapi juga identitas dan sejarah yang hidup,” ucap dia.
Adanya forum ini disebutnya menjadi ajang memperkuat posisi batik sebagai simbol budaya yang terus relevan di tengah arus globalisasi.
Batik Liem Ping Wie terus berkomitmen menginspirasi generasi penerus agar tetap melestarikan warisan budaya dan leluhur ini dengan penuh kebanggaan
“Memelihara warisan adalah tanggung jawab bersama. Kami percaya bahwa setiap generasi adalah penjaga api tradisi, dan kami yakin masa depan batik Indonesia ada di tangan kita semua,” ungkap Marcelina.
Direktur Paviliun Indonesia Didik Darmanto menilai Batik Liem Ping Wie menegaskan komitmen dalam membawa batik sebagai simbol budaya Indonesia ke panggung global, memperlihatkan bahwa kain tradisional pun mampu menjadi strategi soft diplomacy yang elegan dan penuh makna.

“Batik adalah warisan budaya yang memukau dalam setiap motifnya. Ini adalah identitas bangsa yang harus terus dilestarikan dan dibanggakan di panggung dunia,” ujarnya.
Sementara itu, generasi kelima pemilik Batik Liem Ping Wie, Marcelina mengatakan, pihaknya mengajak pengunjung World Expo 2025 Osaka merasakan kekayaan tradisi Indonesia yang terus berkembang dalam balutan inovasi modern melalui perpaduan pameran kain batik tulis premium dan pertunjukan busana elegan.
Pada Rolling Exhibition yang berlangsung dari 28 April hingga 4 Mei 2025, Batik Liem Ping Wie menghadirkan koleksi eksklusif kain batik tulis berkualitas dengan menampilkan perpaduan motif klasik dan kontemporer yang menggambarkan keindahan budaya Indonesia.
- Penulis: mediagramindo


