Badan Pangan Nasional Siapkan Bantuan Pangan Beras untuk 18,3 Juta Penerima di Juni-Juli 2025
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
- visibility 97
- print Cetak

Foto ilustrasi Meta AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan bahwa penyaluran bantuan pangan berupa beras untuk periode Juni hingga Juli 2025 telah siap dilaksanakan.
Program ini menyasar 18,3 juta penerima manfaat yang dipilih secara selektif untuk membantu meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah selama masa ekonomi yang masih menantang.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi.
Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan beras ini merupakan arahan langsung dari Presiden, yang disampaikan pada 2 Juni lalu.
“Bapak Presiden memerintahkan kita untuk memberikan stimulus ekonomi, salah satunya melalui bantuan pangan beras. Jadi, selama dua bulan ini, masing-masing penerima akan mendapatkan 10 kilogram beras,” ujar Arief saat ditemui di Jakarta, Selasa (03/06).
Arief menambahkan, penyaluran bantuan akan dilakukan secara selektif agar tidak memicu penurunan harga gabah di tingkat petani.
Sebanyak 16,5 juta dari total penerima yang telah diverifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan menerima bantuan secara langsung. Untuk wilayah Indonesia bagian timur seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), penyaluran kemungkinan dilakukan sekaligus dalam satu pengiriman untuk dua bulan sekaligus.
“Daerah tertentu seperti Papua, Maluku, dan NTT kemungkinan besar akan menerima bantuan secara sekaligus (one shoot), jadi pengiriman dilakukan di akhir Juni atau awal Juli,” jelas Arief.
Badan Pangan Nasional bekerjasama dengan Bulog dalam menyalurkan bantuan pangan ini. Bulog telah menggelar rapat koordinasi dengan direksi untuk menyiapkan kemasan beras 10 kilogram yang sesuai standar dan berkondisi baik, agar distribusi berjalan lancar dan tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat.
“Kami menegaskan bahwa beras yang disalurkan harus berkualitas baik, tidak boleh ada beras jelek. Tujuannya adalah zero complain, meskipun itu tentu tidak mudah,” tambah Arief.
Selain memastikan kelancaran distribusi, Arief menegaskan bahwa bantuan ini tidak akan menyebabkan depresiasi harga gabah di tingkat petani. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang agar tetap menjaga keseimbangan antara mendukung masyarakat dan melindungi ekonomi petani.
“Kami dan Kementerian Pertanian sudah sepakat agar harga gabah tetap terjaga. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang berhak tanpa merugikan petani,” katanya.
Penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi basis data penerima manfaat tahun ini. Langkah ini diharapkan meningkatkan akurasi dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Kolaborasi antar lembaga seperti Bappenas, BPS, Kementerian Sosial, serta kementerian terkait lainnya juga dilakukan dalam proses verifikasi dan penyaluran.
Dalam hal pengawasan, Bapanas bekerja sama dengan Satgas Pangan Polri untuk memastikan distribusi berjalan dengan tertib dan tepat sasaran. Arief menambahkan, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran secara “one shoot” sehingga bantuan dapat sampai ke masyarakat dengan cepat dan tepat.
Program stimulus ekonomi ini diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2025.
Dengan penyaluran yang tepat sasaran dan pengawasan ketat, diharapkan manfaat dari program ini dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
- Penulis: mediagramindo


