Bukti Kegigihan Seorang Ibu Hampir 50 Hari Armina Dewi Siagian Kejar Keadilan
- account_circle Pipin
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
- visibility 881
- print Cetak

Armina Dewi Siagian beserta keluarga di Polda Sumut bersama kuasa hukumnya, Jumat (17/07).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kalimat itu bukan sekadar keluhan. Itu adalah bukti bahwa seorang ibu rela mengorbankan tenaga, waktu, bahkan menahan duka, demi mencari titik terang di Sungai Tangkahan
Menolak Diam di Tengah Kejanggalan
Kegigihan Armina juga didukung keluarga besar. Dengkas Gumuntar Siagian, perwakilan keluarga dari Kodam I/Bukit Barisan, kembali turun ke lokasi pertama kali jenazah ditemukan pada Selasa, 14 Juli 2026.

Dengkas Gumuntar Siagian, perwakilan keluarga dari Kodam I/Bukit Barisan, kembali turun ke lokasi pertama kali jenazah ditemukan pada Selasa, 14 Juli 2026.
Dari peninjauan itu muncul dugaan kuat kematian Steven tidak wajar. Bukan saja kondisi jenazah yang mengalami trauma fisik, tapi posisi jenazah saat ditemukan di bagian aliran sungai pada 1 Juni 2026 dinilai janggal.
“Kita melihat sejumlah keanehan terkait posisi jenazah saat ditemukan pertama kali. Luka fisik pada tubuh korban sangat tidak wajar,” ujar Dengkas.
Menurut keterangan keluarga ada luka trauma cukup parah, memar berat di kepala hingga menyentuh batang otak, serta luka di telinga, punggung, hingga tangan. Semua bukti itu kini sudah diserahkan ke kuasa hukum.
Menunggu Gelar Perkara dengan Kepala Tegak
Armina tidak mau kasus ini berhenti di meja. Ia memastikan setiap langkah hukum dikawal. Gelar Perkara Khusus di Polda Sumut dan hasil otopsi ekshumasi dari dokter forensik menjadi dua hal yang paling ia nanti.
- Penulis: Pipin


