Dugaan Malapraktik, Dirut Martha Friska Multatuli Bungkam
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
- visibility 378
- print Cetak

Diduga malpraktik di rumah sakit swasta, keluarga korban Eduard Hasiholan Panggabean meninggal dunia.adukan ke Kemenkumham
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Melihat kejadian yang menimpa korban, pihak kelurga langsung memanggil dokter.
“Nah, tepat Pukul 10.45 WIB, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia. Namun yang tidak bisa klien kami terima hingga melaporkan dugaan malapraktik ini bahwa sejak korban tiba di RS Marha Friska, dokter yang bertanggungjawab berinisial DI tidak ada melakukan observasi langsung terhadap pasien hanya pendelegasian kepada perawat,” sesal Roni.
Bahwa, tegas Roni, tindakan penyuntikan Infimycin Azithromycin Dihydrate ke urat vena secara langsung, tidak ada ditangani oleh dokter spesialis sebagaimana rujukan dari rumah sakit sebelumnya.
“Hanya perawat dan tidak ada konfirmasi kepada keluarga untuk tindakan yang dilakukan. Tahapan penggunanan Infimycin Azithromycin Dihydrate jelas tidak sesuai standar operasional prosedur. Dan kuat duagaan, hal itulah yang merenggut nyawa korban,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, Dokter Sabar Panggabean, spesialis bedah syaraf yang merupakan Alumni Fakultas Kedokteran Univeritas Suamtera Utara (FK-USU), pihaknya tidak melihat itikad baik dari pihak rumah sakit Martha Friska Multatuli terkait dugaan malpraktik ini.
- Penulis: mediagramindo


