Dugaan Malapraktik, Dirut Martha Friska Multatuli Bungkam
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
- visibility 377
- print Cetak

Diduga malpraktik di rumah sakit swasta, keluarga korban Eduard Hasiholan Panggabean meninggal dunia.adukan ke Kemenkumham
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Bahwa pada tanggal 9 September 2024, korban Eduard dirujuk ke RS Martha Friska Multatuli di Kota Medan berdasarkan rujukan dari RS Santa Lusia, Kota Siborong-borong, Tapanuli Utara (Taput),” beber Roni.
Saat itu, korban yang dibawa keluarganya tiba sekitar Pukul 02.00 WIB masih dapat berbicara dan makan secara normal.
“Nah, sekitar kurang lebih Pukul 10.00 WIB pagi, perawat datang meminta izin dari korban untuk disuntik dan perawat segera melakukan tindakan suntik obat Infimycin Azithromycin Dihydrate serbuk infus IV 0,5 g melalui jalur urat vena pada tangan kiri,” imbuhnya.
Masih dikatakan Roni, pada saat penyuntikan dilakukan perawat melakukan pengehentian sementara aliran saluran botol infus menunggu selesai penyuntikan melalui saluran vena, kemudian pamit keluar.
“Mirisnya, berselang hitungan menit pascapenyuntikan, keluarga korban melihat adanya reaksi obat terhadap korban. Seketika itu, korban merintih dan meronta kesakitan sambil berkata merasa kepanasan dan menggigit lidah sambil menjerit dan akhirnya meninggal dunia,” kata Roni.
- Penulis: mediagramindo


