Duta Besar China Hadir di Kompetisi Chinese Bridge 2025
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 9 Jun 2025
- visibility 143
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Lebih dari 200 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Indonesia mengikuti ajang kompetisi Chinese Bridge 2025, sebuah wadah untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Mandarin sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya China.
Kompetisi ini diharapkan mampu menjadi jembatan yang memperkuat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap budaya Negeri Tirai Bambu.
Acara yang digelar di Jakarta ini dihadiri langsung oleh Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong. Dalam pidatonya di babak final divisi Indonesia, Wang menyampaikan bahwa Chinese Bridge bukan sekadar perlombaan bahasa, tetapi juga sebagai perayaan persahabatan dan lintas budaya yang mempererat hubungan kedua negara.
“Pembelajaran bahasa Mandarin tidak hanya tentang menguasai kata dan kalimat, tetapi juga tentang memahami keindahan dan kedalaman budaya China. Lebih dari itu, ini merupakan langkah untuk memahami dinamika masyarakat China saat ini,” ujar Wang Lutong.
Dubes Wang juga mengapresiasi antusiasme generasi muda Indonesia dalam mempelajari bahasa Mandarin. Ia menyebutkan, sepanjang tahun ini, lebih dari 4.000 masyarakat Indonesia dari 17 provinsi telah mengikuti ujian bahasa Mandarin berstandar internasional (HSK), menandai peningkatan minat yang signifikan.
Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Jakarta, Arifin Zain, menyatakan bahwa minat belajar bahasa Mandarin di Indonesia terus meningkat, seiring dengan kedekatan kerja sama kedua negara dan meningkatnya investasi dari perusahaan China di Indonesia.
“Kami menyaksikan antusiasme tinggi dari setiap provinsi dalam mengembangkan pendidikan bahasa Mandarin dan mengirimkan peserta terbaiknya untuk mengikuti kompetisi ini,” katanya.
Dalam kompetisi Chinese Bridge 2025 divisi Indonesia, sebanyak 89 peserta yang terdiri dari pelajar tingkat SD, menengah, hingga perguruan tinggi berhasil melaju ke babak final. Mereka tampil dengan berbagai kompetensi, mulai dari kemahiran berpidato dalam bahasa Mandarin hingga pertunjukan seni dan budaya China.
Para pemenang dari setiap kategori berkesempatan mewakili Indonesia untuk mengikuti babak final tingkat internasional yang akan berlangsung di China dalam beberapa bulan mendatang.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus memupuk rasa cinta terhadap budaya China sekaligus mempererat hubungan diplomatik dan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan China.
- Penulis: mediagramindo


