Terdengar Tangisan Bocah Dari Dalam Rumah Bersama Ayahnya Yang Sudah Tiada
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
- visibility 117
- print Cetak

Bocah Menangis disamping Jasad Ayahnya setelah 2 hari diketahui tetangga.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Indramayu – Pada hari Kamis (11/09/2025), aparat Kepolisian dari Polsek Juntinyuat, Koramil Juntinyuat, petugas Puskesmas Pondoh, serta Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polres Indramayu melakukan evakuasi terhadap mayat seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di Blok Dingkel, Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat.
Dalam penanganan kasus tersebut, Unit Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) dan tim INAFIS diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan serta pengumpulan barang bukti guna membantu proses penyelidikan.
Korban diketahui tinggal bersama anak laki-lakinya yang berusia 4 tahun. Istri korban saat ini sedang merantau ke luar negeri dan baru beberapa hari meninggalkan rumah.
Menurut keterangan warga sekitar, almarhum ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar rumahnya.
Samsia, salah satu tetangga korban, mengungkapkan bahwa ia pernah mendengar suara tangisan dari kamar korban beberapa kali.
“Saya sempat mendatangi rumahnya dan mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Akhirnya saya memutuskan kembali ke rumah saya lagi. Saya kira mungkin korban sedang kecapekan,” katanya.
Diperkirakan jasad tersebut telah meninggal kurang lebih satu hari sebelum penemuan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Namun pihak kepolisian tetap membawa jenazah korban ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami sudah lakukan pemeriksaan oleh tim medis dari Puskesmas Pondoh. Secara pemeriksaan luar tidak ditemukan luka-luka maupun tanda-tanda kekerasan lainnya. Namun demikian, kami tetap akan membawa korban jenazah ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap lagi walaupun pihak warga menghendaki tidak ingin diotopsi dan ingin langsung dimakamkan,” jelas Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Juntinyuat, Iptu Trio Trihanaa dikutip dari metrotvnews com, Sabtu (14/09).
Awalnya, Mugiono (32) pertama kali di temukan oleh kakak iparnya, Tarsudi(42) Kakak iparnya.
Saat itu tidak ada tanda dari Ayah sang anak saat dipanggil namanya yang ada terdengar suara tangisan dari anaknya.
Kakak iparnya berinisiatif untuk membuka jendela rumah terlihat anaknya sedang menangis dan Mugiyono dengan posisi terlentang di atas kasur dengan bantal di dada dengan kondisi sudah meninggal dunia.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kematian dan mengungkap kemungkinan adanya unsur pidana.
Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat untuk saling peduli kepada tetangga sehingga kasus meninggalnya seorang cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
- Penulis: mediagramindo


