Jahatnya Gubernur Riau Minta Jatah Preman
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
- visibility 298
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Sejak resmi menjabat sebagai Gubernur Riau pada Februari 2025, Abdul Wahid (AW) dikabarkan telah mengumpulkan seluruh pejabat pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau untuk menegaskan komitmen mengikuti perintahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Wahid menegaskan bahwa setiap kepala dinas harus patuh dan lurus terhadap arahan gubernur, dengan ancaman mutasi bagi pejabat yang tidak mengikuti perintah.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu menyampaikan bahwa sejak awal menjabat, Abdul Wahid secara aktif mengumpulkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk Dinas PUPR PKPP, untuk menyampaikan pesan tersebut.
“Pada saat pengumpulan itu, beliau menyampaikan bahwa matahari adalah satu, artinya semua harus tegak lurus pada mataharinya. Dengan kata lain, gubernur dan kepala dinas adalah kepanjangan tangan dari gubernur,” ujar Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Jakarta Selatan, Rabu (5/11).
Asep juga menambahkan bahwa langkah tegas tersebut menunjukkan komitmen Abdul Wahid dalam memperkuat kepatuhan dan efisiensi pemerintahan di Riau.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi terkait langkah-langkah konkret yang akan diambil terhadap pejabat yang dianggap tidak patuh.
KPK sebagai lembaga antirasuah terus memonitor dinamika di lingkungan pemerintahan Provinsi Riau dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
- Penulis: mediagramindo


