Jembatan Duka Menanti Anggaran Kementerian PUPR, Satu Orang Meninggal Dunia
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 21 Jul 2025
- visibility 116
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Painan – Sebuah peristiwa nekat menyeberangi jembatan darurat viral di media sosial. Pengendara pelajar putri diketahui nekat menyeberang di atas jembatan darurat tanpa pagar pengaman menggunakan sepeda motor di Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Senin (21/07).
Jembatan gantung sepanjang 50 meter dan lebar 2,5 meter yang menjadi penghubung utama antara Desa Salido, Sago, dan Painan ini sebelumnya merupakan satu-satunya akses utama warga. Setelah terkena dampak banjir bandang, kondisi fisik jembatan menjadi sangat memprihatinkan dan kini hanya berfungsi sebagai jembatan darurat.
Meski kondisinya tidak aman, warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak SD hingga pelajar SMA dan masyarakat umum, tetap nekat melintasi jembatan tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.
Sayangnya, kondisi jembatan yang sudah darurat ini telah memakan korban jiwa. Pada Minggu (20/07), sekitar pukul 12.00 WIB, dua warga Nagari Koto Rawang jatuh dari jembatan saat melintasinya.
Salah satu dari korban, Nurhayati (46), dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD M. Zein Painan, sementara korban lainnya, Dini Ermawati (19), kini dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Respons Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyampaikan rasa duka cita atas insiden tersebut. Melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Andi Syafinal, Bupati Hendrajoni menyampaikan belasungkawa dan meminta maaf karena tidak dapat hadir langsung ke rumah duka. Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan permanen di Koto Rawang menjadi prioritas utama dan tengah dalam proses pengajuan anggaran ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Saya ditugaskan langsung oleh Bapak Bupati untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Beliau saat ini sedang berada di Jakarta mengurus pembangunan jembatan di Kementerian PUPR,” ujar Andi Syafinal.
Insiden jatuhnya warga dari jembatan Koto Rawang ini sudah terjadi sejak tahun 2024-2025, korban jatuh ada 10 orang, sembilan diantara sudah terjadi tahun ini.
Masyarakat berharap, pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga. Sementara itu, kejadian ini juga menjadi viral di media sosial dan menimbulkan keprihatinan luas terkait kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di wilayah tersebut.
Kejadian nekat menyeberang di jembatan darurat tanpa pagar pengaman dan insiden jatuhnya warga di Nagari Koto Rawang menunjukkan pentingnya perhatian serius dari pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang aman.
Masyarakat berharap, langkah nyata segera diambil agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
- Penulis: mediagramindo


