Kasus Penganiayaan 2 Bocah di Dairi Sumut, Pelaku Positif Narkoba
- account_circle Pipin
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
- visibility 114
- print Cetak

Ibu Kandung Alvino Purba di Dinas Sosial Dairi. (foto Dinas Dairi).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tidak sampai disitu, balasan dari komentar bersahutan dari Maria,”Dia belum mau bertemu mama nya kata nya mama nya juga suka mukul dia dan kurang perhatian sama alvino di banding anak nya yang lain,” jawab Lheny.
Semakin penasaran komentar yang lain datang dari Gina,”Sudah pasti mamanya kurang perhatian sehingga Vino menjadi korban kekerasan, lebih baik Vino tidak ketemu mama nya kalau itu yang membuat dia nyaman, takutnya setelah di asuh mamanya lagi, vino dititip ke orang lain lagi, Vino dan adeknya jadi anak negara saja , Semoga vino bisa sekolah di sekolah rakyat berasrama,” Jumat (28/08).

Lebih lanjut, pengakuan RS ada kesepakatan penitipan, ibu korban memberikan upah Rp500.000 per minggu. Motif penganiayaan diduga karena keterlambatan pembayaran upah tersebut.
“Untuk motifnya adalah karena gaji yang disepakati setiap minggu Rp500.000 ini mengalami kendala, sehingga pelaku ini merasa tidak terima dan melampiaskannya kepada si anak,” tegas Iptu Darman.
Kasus ini terungkap pada Jumat (21/8/2026) setelah AGP ditemukan warga di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, dengan kondisi memprihatinkan. Video kondisi korban sempat viral di media sosial.
- Penulis: Pipin


