Ketegangan Memanas di Bundaran HI: Massa Aksi Saling Dorong dengan Barikade Ketat 4.000 Personel TNI-Polri
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 171
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ketegangan perlahan-lahan mulai mereda setelah dilakukan negosiasi kilat di garis depan antara perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan pejabat utama Polres Metro Jakarta Pusat. Kepolisian sepakat untuk memberikan ruang yang sedikit lebih longgar bagi perwakilan mahasiswa untuk meletakkan alat peraga aksi di dekat pembatas, dengan syarat mutlak bahwa massa tidak boleh melakukan tindakan provokatif, tidak merusak tanaman kota, dan berkomitmen penuh untuk menjaga ketertiban hingga batas waktu unjuk rasa berakhir sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Kapolres Metro Jakarta Pusat yang turun langsung memimpin pengamanan di garis depan menegaskan bahwa pihak kepolisian sama sekali tidak memiliki niat untuk menghalang-halangi hak berpendapat para mahasiswa. Menurutnya, tindakan tegas yang diambil oleh personel gabungan semata-mata demi menegakkan aturan hukum dan menjaga keamanan fasilitas publik serta keselamatan warga Jakarta lainnya.
“Kami dari jajaran TNI dan Polri sama sekali tidak melarang adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka, karena hal tersebut adalah hak konstitusional yang dilindungi oleh undang-undang. Namun, fokus utama kami adalah memastikan bahwa penyampaian aspirasi tersebut berjalan dalam koridor hukum yang benar dan tidak mengorbankan kepentingan ketertiban umum. Tadi memang sempat terjadi kesalahpahaman dan gesekan kecil di lapangan karena adanya desakan massa yang ingin merangsek masuk ke zona steril, tetapi alhamdulillah situasi dapat kembali dikendalikan setelah kami membangun dialog langsung dengan para korlap. Kami sepakat memundurkan sedikit barikade pertahanan kami, asalkan ada jaminan dari pihak mahasiswa untuk tidak melakukan tindakan yang provokatif dan anarkis yang dapat merugikan semua pihak,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat dengan tegas di lokasi kejadian, Jumat (12/6/2026).
- Penulis: mediagramindo


