Ketegangan Memanas di Bundaran HI: Massa Aksi Saling Dorong dengan Barikade Ketat 4.000 Personel TNI-Polri
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 166
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Kondisi keamanan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, berada dalam status siaga satu setelah unjuk rasa ribuan mahasiswa nyaris berujung pada bentrokan fisik pada Jumat sore (12/6/2026). Ketegangan hebat mulai merayap ketika massa aksi dari berbagai aliansi kampus mencoba merangsek maju memotong jalur protokol guna mendekati kolam utama Bundaran HI untuk memusatkan titik orasi mereka. Langkah agresif tersebut langsung dihadang oleh barikade berlapis yang dibentuk oleh aparat gabungan TNI dan Polri, memicu aksi saling dorong yang berlangsung sengit selama hampir setengah jam dan menciptakan kepanikan di antara para pengguna jalan yang berada di sekitar area tersebut.
Untuk mengantisipasi meluasnya eskalasi massa dan menjaga objek vital di sekitar pusat ibu kota, Polda Metro Jaya bersama Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya mengerahkan total 4.151 personel gabungan yang disebar di berbagai titik strategis. Aparat keamanan tidak hanya mengandalkan personel berseragam lengkap dengan tameng anti-huru-hara, tetapi juga menyiagakan sejumlah kendaraan taktis seperti water cannon dan mobil pengurai massa (Raisa) di belakang garis pertahanan utama. Langkah penyekatan ketat ini sengaja dilakukan sejak awal guna membatasi ruang gerak mahasiswa agar tidak menguasai seluruh penampang Bundaran HI secara total, yang dapat berakibat pada lumpuhnya sistem keamanan ring satu.
- Penulis: mediagramindo


