Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KPK Pertimbangkan Panggil Jokowi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

KPK Pertimbangkan Panggil Jokowi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kemungkinan akan memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait kuota haji 2024. Kasus ini berfokus pada dugaan penyimpangan penambahan kuota haji sebanyak 20 ribu jamaah yang diduga merugikan negara lebih dari Rp 1 triliun.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa lembaga antirasuah tersebut tidak akan tebang pilih dalam memanggil saksi-saksi yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut.

Ia menyebutkan bahwa pemanggilan terhadap siapa saja, termasuk Jokowi, akan dilakukan sesuai kebutuhan penyidik untuk mengungkap fakta di lapangan.

“KPK terbuka untuk memanggil siapa saja yang diduga mengetahui konstruksi perkara ini dan dapat membantu membuka serta membuat terang penanganan perkara ini,” ujar Budi saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (11/08).

Keterkaitan nama Jokowi muncul karena penambahan kuota 20 ribu jamaah haji tersebut diduga hasil lobi langsung dari mantan Presiden Jokowi kepada pemerintah Arab Saudi.

Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemberangkatan jamaah, yang sebelumnya harus menunggu selama kurang lebih 15 tahun.

Sementara itu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan tujuan awal penambahan itu untuk mempersingkat antrean haji reguler yang bisa mencapai belasan tahun.

“Tambahan 20.000 kuota ini hasil pertemuan atau kunjungan Presiden Republik Indonesia era itu adalah Jokowi dengan pemerintah Arab Saudi di mana alasannya adalah permintaan kuota ini karena kuota reguler itu nunggunya sampai 15 tahun lebih,” jelas Asep.

Kasus ini tengah menjadi perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi terkait proses pengawasan serta integritas pengelolaan kuota haji di Indonesia.

KPK menegaskan akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan profesional demi memastikan tidak ada praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru di Nias Tidak Sadar Gajinya Tinggal Rp 289 ribu Usai Pinjam Uang

    Guru di Nias Tidak Sadar Gajinya Tinggal Rp 289 ribu Usai Pinjam Uang

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Nias – Moderatonius Zendrato, seorang ASN guru SMP negeri di Afulu, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, mengaku merasa dirugikan oleh Bank Sumut. Ia menuding bank milik Pemerintah Provinsi Sumut tersebut telah menghancurkan kehidupannya karena pemotongan gaji yang dinilai tidak sesuai aturan tertinggal hanya sebesar Rp 289 ribu. Dalam unggahan di media sosial Facebook, Moderatonius menumpahkan […]

  • Kadis LHK Sumut Dilaporkan ke Polda Sumut

    Kadis LHK Sumut Dilaporkan ke Polda Sumut

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 221
    • 0Komentar

    MEDAN – Yuliani Siregar Kadis LHK Sumut resmi dilaporkan ke Polda Sumut oleh PT Tun Sewindu. Yuliani dilaporkan kasus menggerakkan warga dalam proses pembongkaran pagar seng tambak udang, di pesisir pantai Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Bukti Kadis LHK Sumut dilaporkan sesuai berdasarkan STPL nomor: STTLP/B/279/II/2025/SPKT/Polda Sumut, tertanggal 27 Februari 2025. Laporan […]

  • Praktek Korupsi Pengurusan Sengketa Lahan Dua Tersangka di PN Depok

    Praktek Korupsi Pengurusan Sengketa Lahan Dua Tersangka di PN Depok

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi di lembaga peradilan. Pada Jumat, 6 Februari 2026, KPK secara resmi menetapkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, I Wayan Eka Mariarta (EKA), dan Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan (BBG), sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait penerimaan atau janji dalam proses pengurusan […]

  • KORMI Medan dan Dispora  Laksanakan Verifikasi INORGA

    KORMI Medan dan Dispora Laksanakan Verifikasi INORGA

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    MEDAN – Untuk penguatan roda organisasi, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Medan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga, melaksanakan verifikasi Induk Olahraga (INORGA) yang tergabung di bawah KORMI Kota Medan, Selasa, 14 April 2026, di Aula Rapat Gedung Dispora Medan. Selain itu, dalam kegiatan verifikasi yang dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, T. […]

  • Eratkan Sunergi, Kalapas Jember Hadiri Fun Shoot di Brigif 9/DY/2 Kostrad

    Eratkan Sunergi, Kalapas Jember Hadiri Fun Shoot di Brigif 9/DY/2 Kostrad

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Jember – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Jember, RM. Kristyo Nugroho, turut serta dalam acara “Fun Shoot” Silaturahmi dan Halal Bihalal yang diselenggarakan di Markas Brigadir Infantri (Brigif) 9/Dharaka Yudha/2 Kostrad, pada Senin (21/04/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jember dan pimpinan instansi vertikal, serta para mitra pelaku […]

  • Hasto Kristiyanto Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Kasus Dugaan Suap dan Perintangan Penyidikan

    Hasto Kristiyanto Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Kasus Dugaan Suap dan Perintangan Penyidikan

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membacakan tuntutan terhadap Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta hari ini, JPU merekomendasikan agar Hasto dihukum penjara selama 7 tahun. “Menjatuhkan pidana kepada […]

expand_less