Grebek Kades Ngamar di Kost Bareng Istri Orang
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
- visibility 148
- print Cetak

Kades Ngamar bareng istri orang di kos-kosan, Selasa (22/07).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Demak – Sebuah video yang memperlihatkan penggerebekan terhadap oknum kepala desa di Kabupaten Demak viral di media sosial. Video tersebut menampilkan momen kedatangan polisi ke sebuah kamar kosan di daerah Wonosalam, dimana diduga oknum kepala desa tersebut tengah berduaan dengan seorang wanita yang diketahui sudah berkeluarga.
Dalam rekaman yang beredar, tampak rombongan petugas kepolisian masuk ke kamar kosan dengan sigap.
Kejadian ini menjadi perhatian warga serta pengguna media sosial. Dalam video tersebut, terdengar suara perekam yang menyatakan bahwa kepala desa yang diduga terlibat dalam hubungan tidak sah bersama wanita yang juga telah bersuami.
Ternyata dia Kepala Desa Wonoagung, Kecamatan Karangtengah, berinisial Muhyidin alias Zidan, diduga terlibat dalam perselingkuhan dengan istri orang dan digerebek warga pada Selasa (22/7/2025) sekitar pukul 08.00 WIB.
Peristiwa ini terjadi di Kamar Nomor 2, Kos Utami, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Penggerebekan dilakukan oleh seorang pria bernama Priyatno (41), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosalam, yang mengaku sebagai suami dari perempuan yang berada di kamar tersebut.
Sementara suara tangisan terdengar dari dalam video seakan tidak percaya apa yang sedang terjadi.
“Kalau sudah begini piye jal. Diduga oknum kades laki-laki yang gagah di Demak terlibat nganu. Ditemukan berdua dalam kamar bersama wanita yang sudah bersuami,” ujar perekam video tersebut pada Selasa (22/07).
Menurut informasi dari unggahan di media sosial, penggerebekan dilakukan di salah satu indekos di wilayah Wonosalam, Demak, pada hari yang sama. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
Mewakili pihak berwenang, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Kuseni, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut benar terjadi dan sedang dalam proses penyidikan. Ia menyatakan, polisi akan terus mengusut kasus ini untuk mendapatkan kejelasan yang berimbang.
“Benar, sedang kami lakukan proses penyidikan,” kata AKP Kuseni saat dihubungi sore hari.
Kasus ini menambah daftar panjang peristiwa yang menyedot perhatian publik di Kabupaten Demak, khususnya terkait perilaku pejabat desa yang seharusnya menjadi panutan masyarakat. Polisi menegaskan akan menindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku.
- Penulis: mediagramindo


