Nasib Pahlawan Devisa di Kamboja, Disetrum Atau Dijual
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 10 Mar 2025
- visibility 112
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menurut Christie para korban tidak tahan disiksa oleh pihak perusahaan sehingga mereka melarikan diri.
Kata dia, para korban ini dipaksa untuk menipu oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
Salah seorang korban inisial SW, satu dari 17 warga Sulut yang lari dari perusahaan mengungkapkan, tugas mereka melakukan penipuan di media sosial.
“Kita dipaksa untuk menipu masyarakat di Facebook maupun Instragram dengan cara menawarkan investasi kripto dan tanam saham,” terang dia Senin (3/3/2025).
Ia menuturkan, mereka para korban ini membuat sebanyak mungkin akun dan menyamar sebagai wanita cantik untuk memikat para korban.
Mereka melakukan pendekatan khusus dan menunjukan bahwa kita juga berhasil dengan investasi kripto dan tanam saham.
“Setelah lanjut, buat pendekatan khusus sampai betul-betul para korban percaya dan saat itu mereka tertipu,” ungkapnya.
Ia yang tidak tahan bekerja untuk menipu orang lain akhirnya memutuskan melarikan diri.
Keputusan lari dari perusahaan sangat berisiko sekali. “Kalau ketangkap kita akan disiksa bahkan dijual,” pungkasnya.
- Penulis: mediagramindo


