Penganiayaan Driver Shopee Food di Sleman Viral di Media Sosial
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
- visibility 114
- print Cetak

Rumah pelaku penganiaya shoope food di Sleman.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SLEMAN – Kasus penganiayaan yang melibatkan seorang driver Shopee Food dan sekeluarga di Sleman menjadi viral setelah rekaman video aksi kekerasan tersebar di media sosial. Peristiwa ini bermula dari ketegangan akibat keterlambatan pengantaran orderan dan adanya double order yang menyebabkan frustrasi dari pihak pelanggan.
Menurut keterangan perempuan yang mendampingi driver tersebut, insiden ini bermula ketika pelanggan tidak menerima penjelasan terkait keterlambatan dan sistem double order yang sedang dihadapi driver. Selain itu, kondisi jalan yang macet parah karena acara kirab budaya juga memperlambat pengantaran.
“Macet dijalan, mas. Maaf ada juga tambahan double order,” ujar driver Shopee Food saat menjelaskan kepada pelanggan.
Namun, sang pelanggan tidak menerima penjelasan tersebut dan mengancam akan memberi bintang satu melalui aplikasi. “Mau saya kasih bintang berapa, saya itu orang pelayaran, mas, disiplin,” tegas pelanggan tersebut. Pacar driver yang turut serta mencoba memberi penjelasan juga tidak diindahkan dan malah memicu ketegangan.
Tak lama kemudian, dua pria diduga keluarga pelanggan menghampiri dan langsung menyeret perempuan yang mendampingi driver, menjambak rambutnya. Aksi kekerasan ini sempat terekam dalam video yang diunggah korban ke media sosial, meskipun wajah para pelaku tidak terlihat jelas.
“Situasi makin panas, salah satu dari mereka mengangkat kerah baju saya dan menyeret saya,” ujar kekasih driver yang juga menjadi korban penganiayaan.
Akibat insiden tersebut, perempuan tersebut mengalami lecet di beberapa bagian tubuh akibat goresan kuku pelaku.
Peristiwa ini memicu kemarahan ratusan driver Shopee Food di Yogyakarta yang kemudian berkumpul di depan rumah pelaku pada pukul 00.00 WIB. Sayangnya, pelaku dan keluarganya diduga melarikan diri setelah mengetahui keramaian. Tidak puas, ratusan driver kemudian mendatangi kantor Kepolisian Resor Sleman pada pukul 02.50 WIB untuk meminta pihak berwajib menangkap pelaku.

Sesampainya di Polres Sleman Pelaku berdiri dihalaman didampingi pihak kepolisian untuk mengamankan pelaku, dihadapan para driver food si pelaku meminta maaf.
“Kepada teman-teman shoope food saya mohon maaf kejadian tadi, saya akui khilaf,” katanya.
Mendengar permintaan maaf si pelaku yang begitu singkat membuat kawan kawan shoope food tidak terima dan berbalik arah ke rumah Pelaku kembali.
Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Agha Ari Septyan menjelaskan bahwa kejadian ini berawal dari miskomunikasi terkait keterlambatan pengantaran orderan.
“Kejadiannya karena Shopee Food mendapatkan order dari terlapor, namun terlambat dikarenakan adanya double order dan kemacetan. Pelapor tidak terima dan terjadi cekcok di rumah terlapor,” jelas Ari, Sabtu (05/07).
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan terhadap pelaku kekerasan tersebut.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan di kalangan driver online dan masyarakat setempat terkait pentingnya penyelesaian konflik secara damai dan penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan.
- Penulis: mediagramindo


